Hati yang Betutur

Terkadang kita lalai mengungkapkan di mulut, namun sesungguhnya hati tidak bertutur. Hati tidak menuturkan tentang apa yang mulut kita tuturkan. Selain itu pula, terkadang mulut tidak bertutur sedangkan hati bertutur..

Ada kalanya setiap pertuturan memang harus senada, satu irama antara pertuturan hati dan pertuturan mulut..

Mari bertutur tersebab iman. Maka, ia akan menjadi pertuturan yang haq..

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.