Heal the ‘sakit jiwa'

In yourself

Badaystorm
Sep 6, 2018 · 3 min read

Berada pada suatu kondisi terburuk dalam diri, adalah suatu bentuk bahwa kita menyadari masih ada kehidupan dalam diri kita.

Perbandingan antara aku dan kamu terkadang tidak melulu lahirkan sebuah kemajuan dalam diri.

Hidup di bawah naungan keluarga yang berantakan. Hancur berkeping-keping harapan untuk memperoleh kebahagiaan yang utuh. Berharap, bahwa keluargalah yang bisa menjami kebahagiaan itu.

Tidak, salah besar. Kemuakan atas pertengkaran antara ayah dan ibu. Kejinya pelampiasan kemarahan antar keduanya. Menghantarkan pada sebuah kesimpulan ego: kalian orangtua yang mengerikan

Membuat kebahagiaan sendiri adalah hal yang menyenangkan. Lebih senang menatap langit pagi yang cerah. Mendengarkan kicauan burung untuk buat diri bahagia. Untuk apa kemudian bersosialisasi? Saat dunia sosial pun lebih senang menjatuhkan dan memanfaatkan kelemahan. Muak!

Berjalan menyelusuri keharuman tanah yang baru tersiram air hujan. Di bawah langit mendung dengan udara sejuk mengikuti. Bertahtakan mahkota pohon besar di atas kepala. Itulah kebahagiaan.

Tak butuh aku tawa dan candamu, sobat. Sebab cukup bahagia bagiku adalah saat aku bisa menemukan kebahagiaan itu sendiri.

Usia yang tidak lagi 1 angka, menuntut untuk lebih giat menjejaki dunia baru. Malu, takut, minder. Adalah sebuah hasil dari masa lalu yang kelam.

Ketidakutuhan dan pertengkaran adalah makanan dalam hidup. Pahit manisnya berada di masa lalu adalah sebuah pembelajaran dan bentukan, atas apa yang akan kita dapat di masa kini.

Muak aku dengan pem-bully-an. Muak aku dengan ketidakadilan ini. Hingga lahirkan sebuah keputusan untuk akhiri semuanya. Maka, aku akan hidup tenang di alam sana.

Dan sebuah kebodohan baru adalah saat kita menyerah atas apa yang terjadi dalam diri kita. Merasa bahwa diri tidak sanggup, padahal saat kita menyadari diri kita memiliki kemampuan lain, maka itulah titik baru darimana kita bangkit.

Heal Yourself

Pergolakan batin. Kisah menyedihkan dalam kehidupan. Bentukkan dari retaknya rumah tangga. Atau masa lalu kelam yang penuh dengan ketertindasan.

Ini, dunia ini yang sekarang sedang kita hadapi. Maka, berdamailah dengan diri. Berdamailah dengan menemukan bahwa engkau pantas untuk bangkit. Heal yourself.

Masalah psikologis adalah masalah jiwa. Sakit jiwa. Tapi tidak ada yang salah. Itu semua proses dan jalan. Sebuah petunjuk, harus menemukan apa agar kita bisa sembuh.

Temanku punya tagline: heal yourself, heal the world. Maka, inilah PR sederhana kita. Sudah sejauh mana kita berdamai dengan diri sendiri.

Sobat, aku tahu. Rasanya menyakitkan ketika sadar bahwa diri kita sakit. Jiwa kita sakit. Jiwa kita sedang bengkak-bengkak. Sebab, kita buat ia semakin tidak mampu menahan segalanya. Kita buat ia semakin lemah, hingga membengkak dengan parahnya. Maka, ada yang harus kita obati. Ada yang harus kita damaikan dalam diri.

Apa masa lalumu? Saat kau mendapatkan kebahagiaan hanya dari diri sendiri. Bukalah dirimu untuk menemukan kebahagiaan lain. Melihat mereka yang bangkit, dan kau pun harus bangkit. Karena kau pantas mendapatkan pengakuan sosial. Dunia ini milik orang-orang beriman.

Saat kau banyak dijatuhkan di masa lalu, maka bangkitlah. Buktikan bahwa kau mempunyai kemampuan yang ada pada dirimu. Kau sanggup menjadikannya titik bangkitmu.

Saat kau marah dengan perlakuan orangtuamu di masa lalu. Maka berdamailah dengannya. Kau pantas bangkit. Kau adalah insan mandiri yang bisa bangkit dari apapun yang terjadi padamu.

Sebab, kekuatan iman adalah milikmu dan kaulah yang berhak menguatkannya dalam diri.

Titik Bangkit

Jika kau butuh pengakuan, maka carilah sebuah lingkungan dimana mereka menghargai dirimu. Maka kau akan dapatkan pengakuan itu.

Jika kau butuh kekuatan, maka carilah sebuah lingkungan dimana mereka akan support asupan untuk kekuatanmu.

Jangan banyak menyendiri, sebab bisikan-bisikan untuk terus membuatmu terpuruk akan selalu berdatangan. Membuatmu semakin lemah dan tiada berdaya.

Kau kuat atas kekuatanmu sendiri. Kau sembuh bukan bergantung pada orang lain. Kau sembuh sebab kau yang mau.

Dari mana Kita Berasal

Saat kau memahami penciptaan atas dirimu. Darimana kamu berasal? Siapa penciptamu? Apa tujuanmu diciptakan? Maka, di titik itulah kebangkitan yang hakiki akan tercapai.

Kau akan paham, mengapa kau harus bangkit. Bukan karena orang lain: entah itu balas dendam atau ketergantungan kepada orang lain. Namun, untuk sebuah tujuan yang abadi.

Kau berhak kembali pada tempat di sisi-Nya. Kelak dalam keadaan sangat baik. Saat kau berhasil melewati segala rintangan “pendamaian diri" sesuai dengan kehendak penciptamu.

Bangkitlah sobat. Obati dirimu. Jiwamu. Jadikan masa lalumu yang buruk sebagai sebuah sumber kekuatan baru. Sebab, dirimu adalah tanggungjawabmu

Badaystorm, 2018

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade