Kamu Harus Iri

Aku iri.. Iri sekali dengan Siti Khadijah. Yang dinobatkan sebagai wanita suci yang menjaga kesucian imannya. Yang dipersunting dan resmi menjadi istri pertama Rasulullaah.. Sepak terjang Rasul Muhammad di jalan dakwah dia telah ikuti. Dampingi. Mulai dari sebelum diangkat menjadi Rasul, hingga di akhir hayatnya Siti Khadijah dia tetap mendampingi Rasul Muhammad.

Alangkah irinya aku dengan Siti Khadijah. Dijanjikan surga dan mendapatkan salam sejahtera dari Rabb semesta alam. Allahu… :’)

Alangkah irinya aku dengan Siti Khadijah. Setiap perngorbanan yang dia berikan bertujuan syurga. Meraih ridho Allah dan Rasul-Nya. Menemani jejak langkah Rasul dalam menapaki amanah dari Allah.

Alangkah irinya aku dengan Siti Khadijah. Yang posisinya tidak bisa digantikan di hati Rasulullaah..

Alangkah irinya aku.. Tetapi, aku tahu. Allah Maha Adil. Syurga-Nya luas, kasih sayang-Nya luas. Dan kuasa-Nya sudah terbagi-bagi pada diri setiap manusia. Aku ada bagiannya, Siti Khadijah ada bagiannya, dan wanita lain pun ada bagiannya..

Maka, aku tahu. Aku hanya perlu iri bukan pada apa yang telah Siti Khadijah dapatkan. Namun, terhadap apa yang menjadi landasannya dalam berbuat. Apa yang menyebabkan Allah memberikan anugerah terindah yang telah dia dapatkan.

Iman..bukankah itu?

Ah.. Mari berjuang. Teguhlah di atas iman. Iman yang satu. In syaa Allah. Bismillaah.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.