Tumpukan Resah

Badaystorm
Sep 5, 2018 · 1 min read

Adakalanya sunyi begitu mencekam
Menyeruak, menghantam setiap ketidakmampuan
Menelisiknya dan meracuninya menjadi kelemahan

Adakalanya ramai begitu menyejukkan
Mengelus lembut kepala yang kian memanas
Menepuk pundak yang kian banyak memikul

Adakalanya pertumpukan menjadi bencana
Menuntut, menggonggong di telinga
Bagai hewan yang menggonggong hendak menuntut kepergian kita

Adakalanya pertumpukan menjadi kekuatan
Membangkitkan, menyadarkan diri yang tidak mampu
Bahwa sesungguhnya, diri ini sanggup tanpa kata tapi

Mungkin memang begitu
Mungkin juga tidak begitu
Mungkin memang harus diakui
Mungkin juga tidak harus diakui

Kadang kelelahan bukan sebab pertumpukan benda di atas pundak
Kadang kelelahan bukan sebab waktu yang kian padat terisi

Sebab, akar tidak harus muncul ke permukaan

Ya, bagian dalam diri mana yang terlebih dahulu bekerja
Memunculkan eksistensinya dalam diri kita

Allah-mu diposisikan sebagai apa?

Badaystorm

Written by

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade