
Tumpukan Resah
Adakalanya sunyi begitu mencekam
Menyeruak, menghantam setiap ketidakmampuan
Menelisiknya dan meracuninya menjadi kelemahan
Adakalanya ramai begitu menyejukkan
Mengelus lembut kepala yang kian memanas
Menepuk pundak yang kian banyak memikul
Adakalanya pertumpukan menjadi bencana
Menuntut, menggonggong di telinga
Bagai hewan yang menggonggong hendak menuntut kepergian kita
Adakalanya pertumpukan menjadi kekuatan
Membangkitkan, menyadarkan diri yang tidak mampu
Bahwa sesungguhnya, diri ini sanggup tanpa kata tapi
Mungkin memang begitu
Mungkin juga tidak begitu
Mungkin memang harus diakui
Mungkin juga tidak harus diakui
Kadang kelelahan bukan sebab pertumpukan benda di atas pundak
Kadang kelelahan bukan sebab waktu yang kian padat terisi
Sebab, akar tidak harus muncul ke permukaan
Ya, bagian dalam diri mana yang terlebih dahulu bekerja
Memunculkan eksistensinya dalam diri kita
Allah-mu diposisikan sebagai apa?
