Air Terjun Riam Dait dan Labi-labi Raksasa

Injeh Diri’ Ampus Ka’ Landak! Ayo Kita Main Ke Landak (Land of Dayak)

Konon hiduplah seekor Labi-labi raksasa tanpa nama penjaga intan berharga di sebuah air terjun tingkat dua yang bernama Malabat. Air terjun tingkat dua ini berada dalam gugusan tujuh tingkat air terjun yang terdapat di desa Sekendal kecamatan Air Besar Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Riam Dait atau Rombo Dait, Riam dalam bahasa Dayak berarti air terjun, sedangkat Dait adalah nama yang dititahkan oleh masyarakat setempat untuk lebih dikenal oleh khalayak umum. Kami tak sempat menanyakan apa arti Dait dalam bahasa mereka, tapi yang jelas nama Riam Dait begitu mempesona didengar.

Setelah beberapa hari yang lalu kami berkunjung dan menyaksikan secara langsung sebagai saksi bisu sejarah Suku Dayak turun temurun, kali ini kami melanjutkan perjalanan menuju air terjun yang sangat terkenal se-Kalimantan Barat, Air Terjun Tujuh Tingkat atau Air Terjun Dait atau bisa juga dipanggil dengan Riam Dait agar lebih mudah dikenal masyarakat setempat. Lokasinya berada di tengah hutan hujan tropis Kalimantan yang masih alami dengan beragam flora dan faunanya yang membuat Riam Dait begitu tenang dan menyegarkan.

Kabupaten Landak sangat terkenal dengan sebutan tempat seribu air terjun karena lokasinya yang memiliki banyak perbukitan serta menyimpan banyak air terjun indah yang belum banyak dijamah orang. Setiap air terjunnya memiliki karakteristik masing-masing. Riam Dait yang memiliki tujuh tingkatan air ini memiliki karakteristik dan ketinggian yang berbeda di setiap tingkatannya. Tingkat pertama Riam Dait memiliki ketinggian sekitar sekitar 60 meter. Pada tingkat dua hingga ke tujuh, ketinggiannya berkisar antara 20–30 meter. Setiap tingkatan Riam Dait ternyata juga memiliki nama, dimulai dari tingkat pertama ‘Ngerak’, kedua ‘Malabat’, ketiga ‘Sonoh’, keempat ‘Jato’, kelima ‘Mbiu’, keenam ‘Katupat’, dan ketujuh ‘Remabo’.

Selain indah dan segarnya pemandangan disekeliling Riam Dait, air terjun yang terletak pada ketinggian sekitar 200 mdpl ini juga memiliki hamparan pasir putih yang karakteristiknya mirip dengan pasir pantai. Sebuah kemisteriusan yang membuat kami makin penasaran bagaimana itu bisa terjadi?

Perjalanan kami menjelajahi Riam Dait harus berakhir ditingkat dua dengan cerita Labi-labi raksasa yang mungkin saja sedang mengawasi gerak-gerik kami yang kelelahan akibat trekking tipis-tipis dari tingkat pertama. Waktu tak mengizinkan kami untuk melangkah menuju tingkat yang ketiga.

Keterbatasan waktu membuat kami harus mengakhiri petualangan di negeri seribu air terjun dengan lebih cepat. Tapi Riam Dait masih melekat sebagai sebuah misteri yang memanggil untuk dijelajahi. Masih banyak kesempatan lainnya untuk bisa kembali mengunjungi dan menuntaskan misi menuju tingkatan tertinggi Riam Dait.

Perjalanan ke Kabupaten Landak Kalimantan Barat memberikan kami pengalaman yang luar biasa dan tak terlupakan. Ada berbagai macam pengetahuan dan pengalaman baru yang kami dapatkan di Tanah Dayak ini. Berbagai kisah, mitos, sejarah dan keindahan alam masih menanti untuk dijelajahi.

Salam pejalan!


Originally published at https://ibadahmimpi.com on December 16, 2019.

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade