seperti

aku padamu..

seperti api yang tak pernah puas melahap kayu sampai jadi abu

seperti tanah yang tak pernah puas menghisap air sampai jadi kering

seperti awan yang tak pernah puas menyerap samudera sampai jadi mendung

seperti laut yang tak pernah puas menyapa darat sampai jadi pantai

seperti angin yang tak pernah puas menyapa pohon sampai jadi sejuk

seperti gunung yang tak pernah puas menjulang tinggi sampai jadi perkasa

seperti bumi yang tak pernah puas berputar sampai jadi kehidupan

seperti hayalan yang tak pernah puas bertamu sampai jadi kenyataan


seperti mata yang tak pernah puas memandang sampai jadi pengalaman

seperti telinga yang tak pernah puas mendengar sampai jadi pengingat

seperti hidung yang tak pernah puas mencium sampai jadi pembeda

seperti tangan yang tak pernah puas menggenggam sampai jadi milik

seperti kaki yang tak pernah puas melangkah sampai jadi beriringan

seperti jantung yang tak pernah puas berdetak sampai jadi kenangan

seperti hati yang tak pernah puas merasa sampai jadi cinta


seperti orangtua yang mengasuh anaknya sampai dewasa

seperti anak yang membahagiakan orangtuanya sampai tiada


seperti doa-doamu yang selalu kudoakan agar doa kita saling berkejaran menghadap Tuhan lalu berebut memohon dengan ratusan semoga dan ribuan aamiin, sampai Tuhan berkata “iya, aku izinkan.”

R

Like what you read? Give ibnu hayyan H.N a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.