Bicara tentang perempuan
Tulisan ini terinspirasi dari talkshow Hitam Putih episode Najwa Shihab Bicara Tentang Perempuan pada 31/07/18 4–4. Klik LINK di bawah:
“Perempuan kuat adalah perempuan yang saling menguatkan perempuan lain, bukan malah saling menjatuhkan.”
Ada fase dimana seorang perempuan menjadi sangat “moody” disebabkan respon yang tidak diharapkan atau sentilan nyinyir perempuan lain. Entah disengaja maupun tidak, dan gue pernah mengalami keadaan itu. Enggak enak banget. 😔
Sakit hati, jelas yaa, apalagi yang berkomen orang di dekat kita. Rasanya pengen bales tapi dikira enggak sopan, atau kalau ditanggepin jatuhnya doi yang sakit hati dan ujung-ujungnya gue ngerasa bersalah. Susahnya hidup maak… 🙄
Alhasil gue pendem sendiri, nangis dalem hati boook, nyalahin keadaan edebrei edebrei… 😪😪😪
Kalau kalian pernah ngalamin apa yang gue rasain, tenang… kalian enggak sendirian. 🤗
Sebisa mungkin —as women as — yang bisa gue lakukan adalah tetap berhati-hati dalam berkomentar terhadap hal-hal sensitif kepada sesama perempuan. Jangan mentang-mentang kita dibikin kesel orang, kita bikin kesel balik. Jangan yaa jangan.. 🙄
Dukungan dari sesama kaum perempuan itu sangat penting. Walaupun cuma di-chat “semangat ya jadi newmom”, “semoga lancar meng-ASI-hi debay” dsb– atau sekedar tidak mengkritik di depan banyak orang. It’s simple things. ❤️
Perempuan punya ‘image’ selalu kuat, tahan banting, harus dihapuskan. Adanya tekanan untuk menjadi “sempurna” sejujurnya sangat melelahkan. Lantas definisi sempurna itu enggak berlaku buat kaum adam? 🤣🤣🤣
At least, kita sebagai perempuan yang ‘ngejalanin’ yang tahu apa yang terbaik untuk hidup kita. Pesan gue sih jangan hidup semata-mata untuk menyenangkan oranglain. Belum tentu yang dilakukan oranglain “bisa” diterapkan juga di-kamu. Ambil yang baik, buang yang buruk.
Okaaaay…. 👍👍👍
Stay positive and keep cool, gurl. Salam peluk. 🤗🤗🤗❤️
