This is call ‘destiny’

maybe? sweet destiny, yeah..

Hari ini, satu hari setelah debat pilkada DKI Jakarta putaran pertama— yang dua bulan terakhir menjadi trending topik di linimasa twitter— Tuhan mempertemukan kami. Saya dan mereka. Dua sahabat saya.
Sebelumnya mari saya kenalkan dengan kedua sahabat ini. 1) Adalah ‘Yoland' teman semasa di bangku sekolah dasar. Namun, kami bukan teman seangkatan. Usia Yoland terpaut satu tahun dibawah saya. 2) Sofi, panggilan akrab perempuan satu ini. Kami saling mengenal saat melamar pekerjaan di instansi tempat saya bekerja. Sampai saat ini, saya merasa lebih nyaman memangilnya dengan sebutan 'Kak Sofi’. Yupp, bisa dikatakan bahwa Kak Sofi lebih dewasa umur serta lain-lainnya dibanding saya. Hehe.
Kami bertiga dipertemukan oleh semesta. Baiklah, saya akan mulai bercerita.
Pertama, kedua sahabat saya ini adalah dua orang asing yang ingin saya kenalkan. Awalnya karena tanpa alasan.
Kedua. suatu ketika di tengah-tengah obrolan ngalor-ngidul kami—saya dan Yoland— yang ingin berbisnis.. entah mengapa yang terpikir dalam benak saya adalah Kak Sofi. Jadinya spoiler deh tentang siapa Kak Sofi ini. Ternyata, tak disangka-sangka Kak Sofi adalah kakaknya si Kiki, teman sekelas Yoland saat SMA.
Ketiga, dua minggu yang lalu, Kak Sofi memutuskan untuk resign dari kantor dan diterima bekerja di instansi dimana Yoland juga bekerja disana. Alhasil, kami menyusun jadwal untuk ketemuan.
and now we meet up...
Kebetulan hari ini saya bisa pulang lebih awal karena jadwal mengajar yang agak longgar. Kurang lebih seratus delapan puluh menit, puluhan cerita keluar dari bibir kami bertiga. Banyak sekali hal yang menjadi topik obrolan kami. Mulai dari nostalgia masa kecil, perubahan zaman, tingkah anak didik di sekolah dan lain-lain. Tak henti-hentinya tawa mewarnai percakapan kami. Sore yang hangat dan menyenangkan. Menikmati seduhan teh tarik bersama dua perempuan hebat ini. Sahabat saya akhirnya menjadi sahabatnya sahabat saya. Ah, saya agak kesusahan menyebutnya.
Semoga akan ada pertemuan-pertemuan kedua, ketiga dan seterusnya. Ah, saya tak sabar menantikan hari itu tiba. Walau mungkin tidak dalam formasi lengkap, tak apa. Saya akan sangat bersyukur dan merasa beruntung.
Terkadang jarak yang dekat terasa jauh karena kesibukan masing-masing.
Teruntuk Yoland, semangat ya kuliah masternya. Segera lulus dan menjadi bu Dosen. Sedangkan untuk Kak Sofi, tak sabar menunggu kabar bahagia darimu. Selamat ya, kak! Always miss you all 😊😊😊
(dari kiri-kanan: Yoland-Ifada-Sofi)

Foto ini diambil di kedai Teh Radja, Alun-alun kota Ngawi pada 16 Februari 2017. Tadi sore.

-🐹