Review buku #3 : “Guru Goblok Ketemu Murid Goblok”

source : google
“Belajarlah berkomunikasi dengan semua orang dalam berbagai kalangan.”

Judul Buku : Guru Goblok Ketemu Murid Goblok

Pengarang : Iman Supriyono

Penerbit : SNF Consulting

Tebal buku : 244 halaman

Cetakan ke : 4 (2012)

Isi buku

Dalam buku ini, Iman Supriyono aka. penulis menyebut dirinya sebagai “murid goblok” dan Abdul Rokhim, -biasa disebut dalam buku ini Pak Rokhim- dijuluki sebagai “guru goblok”.

Namun jangan salah, label “goblok” ini bukan goblok sembarangan. Seseorang boleh saja (dan bahkan harus) merasa goblok. Syaratnya, masih menyadari bahwa dirinya goblok dan kemudian mau terus belajar. Bahkan setiap saat kita harus merasa goblok. Maksudnya?

Temukan jawabannya dalam buku ya. 😁

Buku ini terdiri dari beberapa bab yang dikemas dalam bentuk narasi yang tidak jarang dibuktikan dengan fakta dan data lapangan yang valid serta 10 kisah inspiring box.

Inspiring box ini bercerita tentang para pebisnis dunia, seperti Sergey Brin dan Larry Page (pendiri sekaligus bos Google), Aburizal Bakrie, satu dari tiga puluh orang terkaya di Indonesia, Virendra Prakash Sharma (PT Mitra Adiperkasa; perusahaan yang mengimpor jaringan kedai kopi kelas dunia, Starbucks) dan masih banyak lagi.

Jika dilihat dari latar belakang penulis, profesi beliau adalah seorang konsultan keuangan di salah satu perusahaan finance di Surabaya yang merangkap menjadi penulis. Melalui buku “Guru Goblok Ketemu Murid Goblok” Iman membagi pengalaman, ide, dan wawasan entrepreneur-nya lebih dari sekedar teori.

Yakin tidak tertarik?

Kelebihan buku:

Tidak hanya dijejali tentang cara membesarkan suatu perusahaan, pembaca juga diajak belajar berbisnis menurut kaca mata islam. Meneladani cara berpikir, strategi dan kiat-kiat berbisnis ala nabi Muhammad SAW.

Buku “Guru Goblok Ketemu Murid Goblok” ini merupakan buku ke-7 yang ditulis Iman Supriyono dan menjadi best seller di toko buku. Dibagian akhir, disisipkan pula kontak perusahaan dan sekilas cara kerja SNF Consulting.

Ada beberapa hal yang sempat saya cuplik dari buku ini; diantaranya:

“Seni mencari celah yaitu mengambil peluang-peluang kecil. Untuk selanjutnya mampu mengambil peluang besar. Celah kecil di tengah batasan-batasan tugas akademik.”
“Belajar untuk mengajar jauh lebih mudah masuk ke otak”
“Ketika seseorang menyalahkan oranglain ia sedang menutup pintu pembelajaran pada dirinya. Ia sedang melihat bahwa dirinya sempurna dan ia sedang tidak mau belajar.”

Kelemahan buku:

Meskipun bahasa yang digunakan penulis komunikatif dan mudah dicerna, namun tidak bisa dibilang ringan. Buku ini direkomendasikan bagi pembaca yang sedang atau tertarik menggeluti bidang bisnis.

Semoga bermanfaat!

-🐹

*PS: Ini adalah kali ketiga saya meresensi buku yang saya baca. Resensi pertama saya adalah sebuah buku terjemahan karya P.D James yang berjudul “Unsuitable Job For Woman” bisa dibaca disini dan buku kedua yang saya resensi adalah sebuah novel karya Tere Liye yang berjudul “Ayahku (Bukan) Pembohong” juga bisa dibaca disini.

Ngawi, 16 Agustus 2016