Seberapa pentingnya sih sebuah mood board ?

http://apartment34.com/2014/09/getting-in-the-mood-the-old-fashioned-way/

Mood board atau juga sering disebut Inspiration board sangat sering digunakan di berbagai macam ilmu desain. Ga diragukan lagi, kita sering melihat para Fashion Designers maupun Interior Designers menggunakan mood board sebagai panduan perancangan. Tetapi tidak terbatas pada fashion maupun interior saja, para web-designer, wedding planner, brand conceptor, dan lainnya, juga sering menggunakan mood board untuk membantu mereka membuat konsep desain yang matang. Untuk membuat sebuah mood board, saya sendiri sering menghabiskan waktu berjam-jam mengeksplorasi internet untuk mencari gambar-gambar yang tepat. Sering kali para klien dan teman-teman saya bertanya-tanya, “emang gunanya apa sih?”

Pertama-tama kita harus memahami dulu, apa itu mood board?

Dari ulasan Wikipedia, menyebutkan, “A mood board is a type of collage consisting of images, text, and samples of objects in a composition. It can be based upon a set topic or can be any material chosen at random. A mood board can be used to give a general idea of a topic that you were given, or can be used to show how different something is form the modern day. They may be physical or digital, and can be “extremely effective” presentation tools.”

Jenny Gibbs, Interior Designer dan Founder dari KLC School of Design (klc.co.uk), menyebutkan bahwa, “Moodboards are a godsend. They’re definitely not a step that should be skipped over. An interior is always a balancing act between imagination and practical considerations, and a visual collage is a great way to not only plan but also to check back and remind yourself of your original goals.”

Contoh mood board yang saya buat beberapa waktu yang lalu untuk sebuah project dengan konsep “Fertility to produce comfiness and freshness”

Mood board sangatlah berguna untuk menghasilkan arahan estetika dan nuansa yang ingin dicapai untuk sebuah project sebelum mengembangkan desain ke tahapan selanjutnya. Biasanya, para klien akan bercerita terlebih dahulu mengenai apa yang mereka inginkan. Dalam tahapan ini tentunya kita harus mengenal karakter klien sedalam-dalamnya, dan sudah menjadi tugas desainer untuk menerjemahkan dan mengembangkan maksud dan pikiran mereka ke dalam sebuah mood board yang terdiri dari kolase foto-foto ini, supaya mampu merepresentasikan style maupun feeling yang diinginkan secara spesifik.

Dikarenakan kita tidak dapat mentransfer apa yang terdapat dalam otak kita sepenuhnya kepada klien, maka presentasi mood board harus cukup jelas, memiliki fotografi yang baik, yang dilengkapi dengan gambar inspirasi, arahan pola, tekstur, gaya, dan lifestyle yang ingin dibangun untuk menggambarkan secara jelas ide-ide kita kepada klien.

http://junemangoblog.com/how-to-make-a-mood-board/

Yes, mood boards are worth the extra time!

Ada pepatah mengatakan bahwa, “There is one basic cause of all effects.” — Giordano Bruno. Saya sangat menyetujuinya, mood boards bagi kebanyakan designer merupakan sebuah basic/dasar dimana hal ini menjadi guide bagi kita untuk mengembangkan apa yang diinginkan klien. Ketika klien menyukai apa yang tertera dalam mood boards, WE CATCH THE GUIDE! Jadi, ga ada salahnya menghabiskan waktu berjam-jam mencari gambar yang tepat untuk menghasilkan mood board yang baik karena guide ini akan kita pakai sampai project klien kita teraplikasi dengan baik.

Mood board menjadi langkah awal engagement kita terhadap klien untuk menggaet kepercayaan bahwa mereka tidak salah meng’hire’ kita dan menunjukan bahwa kita memahami betul apa yang mereka maksud dan inginkan.

“STUCK ON IDEAS WHILE DOING A DESIGN DEVELOPMENT? Go back to your mood board!”.

Hal ini sering saya rasakan dalam pengembangan sebuah design, seringkali saya merasa ide-ide saya stuck karena mungkin adanya terlalu banyak permintaan desain yang harus diaplikasikan ke dalam sebuah project, tetapi mood board sangat membantu saya untuk kembali lagi ke dalam guide awal, mengvisualisasikan permintaan, mengeksekusi desain sesuai dengan apa yang ingin dicapai ke dalam sebuah site-plan. Mood board bagi saya seperti menciptakan sebuah perpustakaan ide.

So, Yes, it’s worth the extra time whenever you’re designing an interior of a room, a wedding day, a logo, a web, a product, etc, mood boards are great to catch the overall vision for your projects. It’s imporant as a guidance during the creative process and it’s very useful to look at again if you ever go-off.

Like what you read? Give IGNACIA AMANDA a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.