Akhirnya aku memutuskan untuk melepasmu secara perlahan, bukan karena aku tidak lagi mencintaimu. Bukan juga karena sayangku sudah habis didalam hati. Namun, aku sadar, mencintaimu sendirian bukanlah hal yang wajar. Aku dibunuh debar-debar dada dan kecemasan akan kenangan berselimut luka . Itulah mengapa aku mencoba melepasmu. Sebab, aku percaya cinta terbaik selalu pulang. Jika kau tak kunjung datang, barangkali kau memang ditakdirkan sebatas kisah yang hanya layak tersimpan sebagai kenangan. Maaf, aku menyerah.

Terimakasih telah menjadi bagian dari tulisanku, menuntun jariku menuliskan tentangmu. Tentang luka dan bahagia, juga tentang rindu yang selalu hadir tanpa jemu.

Percayalah tak ada yang sia-sia dari perpisahan. Setidaknya aku telah berjuang sebisaku meski akhirnya aku kehilanganmu.

Mari melanjutkan kehidupan, hidup harus kembali berjalan. Maju pelan-pelan.

Bismilllahirrahmanirahim :’)

Ps : hari ini 2 mei 2017. Selamat hari pendidikan