Tidak Pernah Ada Juni

tidak pernah ada bulan juni.

sore yang aku tulis di dinding fatamorgana terdiam malu saat kamu bilang begitu. semua untaian memori seperti menubrukku satu per satu. terbayang olehku, aku yang sendiri merasa bahagia, tertawa dan mempimpikan banyak hal sedangkan kamu, menikmati semua tanpa tahu apa yang kamu mau.

tapi siapa aku, sepenggal daging yang terus kamu simpan di lemari pembeku, sesekali kamu hirup aroma amisku yang manis dan kamu letakkan lagi di situ.

dan kamu sesekali sibuk melirik daging dalam kaleng yang cantik untuk kamu jadikan simpanan masa depan sampai akhirnya kamu buka dan nikmati sendirian.

“tidak pernah ada bulan Juni” tidak bagiku. yang ku tahu, ada seorang gadis yang dengan bahagia menulis sore itu di dinding fatamorgana. mengingat setiap memori lekat lekat. tertawa dan bermimpi bersama lelakinya yang paling ia suka.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.