Case Study: Pengaruh Aktivitas Manusia terhadap Kualitas Udara

Ikhwanul Muslimin
Jul 21, 2017 · 2 min read
Ilustrasi, sumber gambar: downhomeinspiration

Manusia dengan berbagai kegiatannya telah menjadikan dunia ini mengalami perubahan dari waktu ke waktu, terutama terkait perubahan lingkungan. Betapa kita semua mengetahui, bahwa dahulu saat manusia masih menggunakan teknologi tradisional, bumi tidak banyak mengalami perubahan yang terasa. Akan tetapi, hari ini, saat manusia banyak menggunakan teknologi modern, terutama soal kendaraan, isu lingkungan menjadi bermunculan. Asap dan polutan-polutan lainnya menyebabkan kesehatan udara menurun di berbagai titik di Bumi.

Saya telah melakukan sebuah percobaan sederhana untuk membuktikan adanya pengaruh aktivitas manusia pada kualitas udara. Hasilnya terbukti bahwa memang ada penurunan kualitas udara saat manusia melakukan aktivitas-aktivitas tertentu.

Ringkasan Percobaan

Percobaan ini berupa pengukuran kadar CO2 menggunakan sensor udara yang dipasang pada pengontrol mikro (micro-controller) dan ditempatkan di PT Skyshi Digital Indonesia, Yogyakarta. Percobaan dilakukan selama beberapa hari, melalui malam 1 Syawwal 1438H/ 24 Juni 2017, yaitu saat malam takbiran hari raya Idul Fitri (saat banyak asap-asap petasan). Data dibandingkan antara sebelum malam hari raya, saat malam hari raya, dan sesudah malam hari raya.

Perangkat yang digunakan

Perangkat yang digunakan dalam percobaan ini adalah sebagai berikut.

  1. Microcontroller WEMOS D1 ESP8266
  2. Sensor udara MQ137
  3. WiFi untuk internet sebagai media pengiriman data ke server penyimpanan

Untuk tutorial pemasangan, silakan ke tulisan saya di sini https://medium.com/@ikhwan.m1996/pengukuran-kualitas-udara-dengan-mq-137-5fc33a7dddd6

Hasil

Hasil yang diperoleh sebagai berikut.

  • Sebelum malam hari raya, tanggal 22 Juni 2017, sensor udara mencatat angka di kisaran 350–370.
  • Pada saat malam hari raya dan siang hari raya, tanggal 24–25 Juni 2017, sensor udara mencatat angka di kisaran 400–430.
  • Setelah malam hari raya, tanggal 26 Juni 2017, sensor udara mencatat angka di kisaran 340–360.

Studi Kasus

Dari hasil yang diperoleh, dapat dilihat secara jelas bahwa terdapat perubahan kualitas udara yang signifikan pada saat malam hari raya. Ini disebabkan pada malam hari raya banyak terjadi polusi udara karena orang-orang menyalakan petasan (yang menimbulkan asap) sepanjang malam. Sebagai informasi, PT Skyshi Digital Indonesia terletak di perumahan yang tidak banyak kendaraan bermotor, sehingga perubahan ini dapat dikatakan murni disebabkan oleh asap-asap petasan.

Keadaan yang sama terjadi di siang harinya, ketika orang-orang juga masih menyalakan petasan setelah shalat idul Fitri. Kualitas udara perlahan membaik pada pukul 12.00 siang. Kemudian pada pukul 15.00 sore, kualitas udara sudah ada di kisaran 350.

Kesimpulan dan Saran

Dari hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa aktivitas manusia dapat mengakibatkan perubahan kualitas lingkungan. Dengan demikian, marilah kita selalu berusaha untuk mewujudkan lingkungan yang nyaman dengan tidak melakukan aktivitas-aktivitas yang dapat merusak lingkungan.

Yuk, jadikan bumi ini lebih nyaman dihuni! :)

)
Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade