Yakobus 5:8

Sebagai anak-anak Tuhan tentulah kita mengharapkan kedatangan Tuhan kembali (1 Yohanes 3:1–3). Dalam menantikan kedatangan-Nya inilah kita perlu kesabaran, yang dilukiskan seperti petani menantikan hasil tanamannya (Yakobus 5:7). Karena memang menantikan kedatangan Tuhan menguji kesabaran. Seorang yang sabar di hadapan Tuhan mempunyai nilai melebihi seorang pahlawan (Amsal 16:32).

Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.
Yakobus 5:7

Dalam penantian kita sering mempunyai sikap yang salah: menjadi marah, bosan, lemah iman, bersungut-sungut, dan menjauh dan berhenti ikut Tuhan, lalu lari ke dalam dosa. Sabar juga berarti tidak membalas dendam dan tidak marah. Penderitaan anak-anak Tuhan banyak disebabkan oleh penindasan orang-orang kaya (Yakobus 5:4,6). Sabar juga berarti tidak bersungut-sungut dalam menghadapi dalam penderitaan, dan kita tunduk berserah sepenuhnya pada kehendak Allah. …


Yesaya 42:7

Yesaya 40:1–66:24 disebut Deutero Yesaya (Yesaya Kedua), merupakan pasal-pasal di mana Allah menyatakan nubuatan untuk memberikan pengharapan dan penghiburan kepada umat Israel yang sedang tertawan selama 70 tahun di Babel (Yesaya 39:5–8).

Nabi Yesaya merupakan seorang terpelajar yang memahami perpolitikan yang terjadi di ibukota Yehuda, Yerusalem. Ia tampil saat Israel sedang dilanda krisis politik, ekonomi dan agama. Ia sangat menentang penduduk Yehuda karena mereka meninggalkan Tuhan. Keadaan sosial di Yehuda sangat tidak berkenan kepada Allah. Kehidupan mereka sangat jauh dari kehendak Allah (Roma 5:12).

Nas ini adalah bagian dari penyataan nubuat mengenai datangnya Mesias, Yesus Kristus, ke bumi. …


Ibrani 4:16

Mengapa masih saja ada orang-orang Kristen yang mau pergi ke tempat-tempat kramat atau dukun untuk memperoleh jabatan, pangkat, harta, jodoh, dsb? Jawabannya adalah karena mereka tidak berani menghampiri takhta kasih karunia Allah. Sebab dalam pikirannya juga jika yang diidamkannya itu diperoleh bukan dipersembahkan untuk Allah melainkan untuk memenuhi nafsu duniawinya saja.

Sebenarnya jika kita jujur, kita tidak perlu takut menghampiri takhta kasih karunia itu, sebab kita yakin bahwa Tuhan akan memberi yang terbaik yang berguna membekali kita untuk memuliakan Dia. …

About

Ikutlah Aku

Renungan Harian

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store