Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami.

Mazmur 90:14


Kenyang sarapan pagi menjadi sumber kekuatan dan semangat untuk bekerja sepanjang hari. Walau siang makan terlambat, karena kesibukan yang tak dapat ditunda atau pendapatan masih kurang memadai, namun stamina dan kesehatan tidak akan surut. Demikianlah pentingnya menikmati kasih Tuhan setiap bangun pagi bagi jiwa yang bergumul dan hati yang penat. Kehidupan harus terus berjalan dan tidak boleh berhenti. Namun kenyataan hidup sering kali tidak dapat diprediksi. Selama roda kehidupan masih berputar, permasalahan hidup akan terus berganti. Namun kasih setia Tuhan tetap dan tidak pernah berganti. Segala hal harus dihadapi untuk dimenangkan. Kasih setia Tuhan adalah sumber kekuatan terutama. Olehnya kita tidak akan dikalahkan. Kekalahan akan terjadi jika hanya mengandalkan kekuatan dan pikiran sendiri. Dengan diri kita sendiri, permasalahan tidak akan dapat diatasi. Justru sebaliknya akan semakin runyam dan tak terkendali. Persoalan kecil sekali pun akan memicu emosi yang membuat segalanya menjadi fatal dan malapetaka. Tanpa kasih setia Tuhan, keindahan yang semula kita harapkan akan menjadikan semuanya kacau balau dan menyusahkan. Karena itu, kenyangkanlah jiwa dan hati di pagi hari ketika kita bangun pagi sebelum bangkit beranjak dari ranjang tempat kita tidur. Semua yang baik dan indah sedang menanti. Sebab Tuhan sendiri akan memenangkan kesulitan sepanjang hari yang akan kita hadapi. Serahkan semua masalah dan harapan kita kepada Tuhan. Sebab Tuhan suka menolong kita. Ia sendiri berjanji mau menanggung beban hidup dan menggendong kita (Yesaya 46:4). Kenyangkanlah hidupmu dengan kasih Tuhan. Sebab Dia setia.

Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.
Yesaya 46:4

Originally published on Wordpress

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Ikutlah Aku’s story.