Come to the new home.

Hai, senang bisa bertemu dengan Anda, pembaca, di lingkungan yang baru, yang mungkin orang-orang katakan, “lebih bersih”. But, before we go too far, let me tell you something. Mungkin akan menjadi terlihat sedih atau malah tidak sama sekali. Lucu… tapi mungkin tidak juga. Tapi aku sendiri menganggapnya ini hanya sebuah takdir atau sudah menjadi ketetapan dari Yang Maha Agung dengan dikolaborasikan bersama kebodohan saya pribadi. Selalu ada maksud dari setiap peristiwa, entah itu rasanya merugikan atau memberikan keuntungan pribadi. Dan ya.. yang saya alami sekarang adalah… I accidentally deleted my tumblr account.

Ya benar. Tulisan saya yang sudah 421 paragraf itu lenyap dalam satu detik dan tidak bisa dikembalikan lagi. Banyak ide untuk dunia, untuk bangsa, bahkan curhatan diri pribadi. Tentang agama, negara, idealisme, sampai tentang cinta, aku bahas semua di sana. Namun… sekarang hal-hal itu sudah lenyap. Aku harap semua materi itu hanya lenyap di dunia maya saja. Bukan dari otak atau ingatan saya khususnya. Karena harapan selalu ada. Di mana tulisan saya mampu menggerakan orang untuk mencari dan mengusahakan berjalannya kebermanfaatan bagi orang lain. Itu yang jauh lebih penting.

Saya selalu doyan memaknai peristiwa dengan pikiran ‘positif’, termasuk yang sekarang, mungkin akan membantu Anda pula dalam mengontrol mood Anda ketika sedang bekerja sehingga produktivitas naik. Pikiran positif akan membawa Anda menuju hal-hal yang positif pula. Maka dari itu, jangan lah berprasangka buruk atas apa yang terjadi kepada Anda. Karena itu semua sudah ditetapkan-Nya.

Kembali lagi… karena kebodohan saya di tumblr sehingga akun saya hilang dan postingannya tidak bisa direstore lagi, maka dengan sangat terpaksa, saya mencari habitat baru. Dan akhirnya ketemu. Medium ini salah satu yang memang sering sekali dipakai. Terlihat bersih, tidak ada iklan-iklan online yang mengganggu kedamaian dalam membaca. Sehingga orang-orang akan nyaman dalam membaca dan dengan begitu, semoga orang-orang semakin betah membaca di sini. Maka menurut saya, medium ideal.

Bagaimana dengan one day one pharagraph? Sepertinya bahkan saya akan mencoba untuk menulis sendiri tanpa dipatok harus paragraf berapa. Kapan saya menulis? Semoga bisa lebih dari sekali dalam seminggu. Karena ide, hanya akan sekedar ide, jika dibiarkan ada di otak saja. Ide harus dituliskan. Ide harus dibagikan. Jadi karena hal-hal yang terjadi di atas… saya tetap tidak akan berhenti menulis. Menyebarkan ide. Menyebarkan kebermanfaatan.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.