Filosofi Kehidupan Hukum Newton
Jawaban kenapa kita harus menjadi orang yang sibuk
“ An object at rest stays at rest and an object in motion stays in motion with the same speed and in the same direction unless acted upon by an unbalanced force” — Newton’s First Law
Menurut Hukum I Newton, setiap benda akan mempertahankan keadaannya. Jika diberi gaya, maka benda tersebut terlebih dahulu akan memberikan reaksi dengan besar yang sama agar tidak berpindah. Mengenai aksi = -reaksi ini Newton kemukakan dalam Hukum-nya yang ke-3. Selain itu, hukum kedua newton mensyaratkan adanya massa dan gaya untuk menciptakan sebuah perubahan kecepatan atau yang sering kita sebut, percepatan. Itu benda bermassa, bagaimana dengan aktivitas manusia? Menurut saya berlaku sama.
Pada dasarnya, manusia pun pada kesehariannya mencoba untuk mempertahankan keadaannya. Apa yang sudah menjadi kebiasaan, akan terus coba dipertahankan agar bisa dilakukan terus menerus. Ketika sudah terus biasa, kita semua cenderung enggan mengganti kebiasaan tersebut. Walaupun ada saja orang yang bosan dengan rutinitas, tetapi intensitas aktivitasnya tetap berusaha dipertahankan. Ketika satu kegiatan sudah selesai, maka ia jemput kegiatan yang lain. Nah, dalam tulisan ini saya akan lebih khususkan lagi ruang lingkup pembahasannya, menjadi ‘kesibukan’ saja.
Hassan Al-Banna pernah mengatakan, “pekerjaan itu hanya akan dilaksanakan dengan baik oleh orang yang sibuk”. Wah wah, agak kontrakdiksi dengan apa yang terjadi kan? Padahal selama ini kita seringnya memberi pekerjaan kepada orang yang terlihat gabut. Membuat list kesibukan seseorang untuk dipertanyakan komitmennya dalam sebuah kepanitiaan atau pun organisasi. Dengan serentak, semua lembaga minta dinomor satukan.
Lalu saya mencoba menelaah perkataan Hassan Al-Banna tadi. Jika dipikir-pikir, memang benar juga. Orang-orang yang gabut justru cenderung melakukan pekerjaan agar bisa gabut lagi. Tetapi yang terjadi dengan orang yang sibuk? Ia menyelesaikan pekerjaannya, dengan manajemen waktu yang baik karena sudah terbiasa dengan aktivitas di waktu-waktu sempit sehingga mudah beradaptasi dan mengendalikan diri. Selain itu, orang yang sibuk cenderung ketika sudah selesai kesibukan yang pertama, mencari kesibukan lainnya walaupun kesibukan yang kedua, ketiga, keempat belum selesai. Persis seperti hukum newton, di mana setiap benda akan mengusahakan untuk mempertahankan keadaannya.
Maka dari itu, pola kegiatan manusia dari zaman ke zaman semakin padat. Sekarang sudah banyak, bukan cuman anak kuliah tingkat akhir saja yang sudah berkomentar “i have no life” atau “i need vacation”, bahkan dari jenjang SMA pun sudah seperti itu. Bukan soal beban belajar di sekolah, tapi aktivitas manusia semakin beragam, kebutuhan semakin banyak, sehingga manusia semakin terbiasa untuk intensitas aktivitas seperti sekarang.
Padahal mungkin dulu kerjaan manusia hanya berburu, makan, tidur.
Jadi teman-teman, berilah amanah kepada orang yang sibuk. Maka ia akan melaksanakannya dengan maksimal, karena sudah terbiasa. Bukan kepada orang yang justru, gabut. Karena biasanya tidak terbiasa ‘bergerak’, justru ketika bergerak sedikit, tidak akan optimal. Namun bukan berarti orang yang gabut itu tidak berhak atas amanah-amanah yang ada. Amanah akan sampai kepada orang yang tepat. Nah hal yang harus diperhatikan, menurut prinsip ekonomi berdasarkan buku yang ditulis oleh N. Gergory Mankiw: The Cost of Something Is What You Give Up to Get It. (Mankiw). Sehingga memang tidak bisa kita menunggu saja untuk ada orang yang membuat diri kita menjadi lebih sibuk. Cobalah dari diri sendiri, berkarya, inisiasi pergerakan, mencoba menuai benih, menebar kebermanfaatan. Karena untuk menghasilkan acceleration dalam aktivitas kita, perlu yang namanya force dan itu bisa kita dapatkan mulai dari dalam diri kita sendiri.
Nyatanya, hukum newton pun berbicara tentang kehidupan. Bagaimana seorang manusia mempertahankan intensitas aktivitasnya. Alam sudah menunjukkan. Tinggal kita sendiri yang peka. Mau kapan mulai bergerak?
Yuk, sibukkan diri dengan berkarya.
Referensi:
- Mankiw, N. Gregory. 1997. Principles of Economics, 7th Edition. South-Western College Pub.
- the Physics Classroom. Newton’s First Law. http://www.physicsclassroom.com/class/newtlaws/Lesson-1/Newton-s-First-Law Diakses pada tanggal 22 Agustus 2017.
