Detik yang Terlewati

"Seiring berjalannya waktu, semua akan baik-baik saja."

Sering kubertanya pada diriku sendiri,

"apa sih waktu?"

Bukan jawaban normatif tentang waktu yang biasa ditunjukkan oleh sebuah jam, tapi sebuah definisi dengan esensi. Ingin kubertanya kepada waktu, bagaimana rasanya dianggap penting dan berharga tetapi di sisi lain ada yang menganggapnya seperti angin yang sedang berhembus dengan lembut sehingga terasa remeh.

Setiap aku mendengar tiap detik yang terlewat dari jam tanganku ini, aku pun merasa penasaran apakah tiap detik yang kulewati ini hanya berisikan sebuah kenestapaan atau hanya sebuah kebahagiaan yang semu, haha ironi memang pertanyaanku, tapi itulah yang selalu ada di benakku. Sering kali juga ku bertanya pada hati, apakah tiap jejak yang kutinggalkan dari detik-detik yang telah berlalu itu menjadi sebuah kebermanfaatan atau justru kerugian bagi sekitarku, dan apakah aku harus melanjutkan langkahku ini dengan berlari agar tidak ditenggelamkan oleh tiap detik yang akan berlalu ataukah berdiam diri menunggu kehampaan dan rasa bersalah menenggelamkanku secara perlahan.

Ah, mungkin inilah alasannya semua orang selalu berkata

"Seiring berjalannya waktu, semua akan baik-baik saja."

Mungkin mereka merasa terpaksa dan menunjukkan bahwa seakan-akan mereka mengerti.

Mungkin aku hanya bisa terdiam dan ditenggelamkan pertanyaan yang terus bermunculan di benakku, atau mungkin secara tak sadar sudah mulai berjalan secara perlahan.

Waktu, tolong bantu aku, tolong buat semuanya baik-baik saja seiring dengan tiap detik yang kulewati.