Wakil Rakyat, Mau Dibawa Kemana Dapil IV?

Ilustrasi

Dalam pemilihan umum (pemilu) 2019, rakyat Indonesia akan memilih wakil rakyat mulai dari taraf kabupaten/kota, provinsi hingga Nasional. Tak luput juga dalam pemilu itu akan memilih orang momor satu di negeri ini yaitu presiden dan wakil presiden republik indonesia yang ke 8 (delapan) setelah Joko Widodo.


Setelah tanggal 27 Juni lalu, rakyat Indonesia di sibukkan dan dimeriahkan oleh pemilihan kepala daerah dari masing-masing kabupaten/kota yang terbagi di seluruh pelosok negeri, mulai dari sabang hingga marauke, banyak dinamika menjadi cara tersendiri bagi para pendukungnya hingga tak jarang dari para pendukung masing-masing pasangan calon (paslon) saling bertikai baik di media sosial hingga ke taraf yang lebih nyata.


Kabupaten Bangkalan mempunyai beberapa daerah pemilihan (dapil) yang tersebar di seluruh kabupaten Bangkalan dari Dapil 1 sampai 6


Banyak isue yang terdengar bahwa dapil 4 (empat) Galis, Blega dan Modung, merupakan dapil yang sangat berpotensial sehingga lumayan menyita perhatian para pemuda yang ada di daerahnya, lebih-lebih anggapan para elit politik dapil 4 merupakan dapil tergemuk yang ada di Kab. Bangkalan.


Melihat hal itu, wakil rakyat merupakan orang yang nantinya akan mewakili rakyat dalam urusan apapun, segingga butuh orang-orang yang jujur, adil dan mampun mensejahterakan rakyat.


Namun masih ada yang belum bisa dirasakan oleh masyarakat setempat, baik yang sudah menjabat selama periodenya bahkan yang sudah menjabat dalam beberapa periode akhir-akhir ini.


Mengingat hal itu, wakil rakyat selama periode 2014-2019 masih belum bisa memberikan kontribusi yang mimang betul-betul mensejahtarakan rakyatnya, seperti yang sering dipost di media massa akses jalan di Kecamatan Modung sangat tidak layak, melihat hal itu kemana selama ini wakil rakyat itu.


Saat ini kembali ke momentum pemiihan Legislatif periode 2019-2024, banyak dari mereka yang katanya ingin kembali menduduki kursi empuk yang tak lain adalah Wakil rakyat, mulai mencuri perhatian rakyat bawah untuk mengelabuhi agar bisa menduduki kursi empuk yang saat ini kalau tidak salah ada 10 jatah kursi di Dapil 4 (empat).


Apakah itu akan menjamin rakyat akan sejahtera, mengingat kontribusi selama periode sebelumnya hanya di eksekusi ketika momentum saja, apakah itu yang dinamakan wakil rakyat?. Hehehehee.


Rakyat Galis, Blega dan Modung sangat menanti calon wakil rakyat yang saat ini ingin maju dengan beberapa mahar politiknya, yang sedang diumbar-umbar kesana kemari. Entah itu nanti akan sesuai dengan janjinya atau malah di PHP-in istilah gaulnya anak jaman sekarang.


Mau dibawa kemana dapil 4 (empat)?
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) itu memang wakil rakyat, tapi jangan wakili rakyatnya, jangan wakili hak-hak nya.

*) Penulis, Mahasiswa kampungan.

Bangkalan, 28 Agustus 2018
(00:42 WIB)