Dedikasi untuk Daerah Asal
Imam Mustafa Yusuf
15417134
Barcelona, sebuah kota terbesar kedua di timur negara Spanyol, menghadap Laut Tengah di tenggara. Kota yang merupakan ibukota dari wilayah otonom Catalunya. Siapa yang tidak pernah mendengar nama kota ini? Kebanyakan orang, terutama penggila sepak bola pasti familiar dengan nama Barcelona. Ya, salah satu klub sepakbola kebangaan kota ini, FC Barcelona. Selain terkenal dengan sepakbola nya, kota ini juga terkenal dengan keindahan arsitektur bangunannya.

Sebagai pusat perhatian dunia, Barcelona memiliki distrik yang sangat indah jika dilihat dari atas kota. Distrik itu adalah Eixample, begitu namanya. Area kota yang geometris berpetak, memperhatikan pencahayaan alami dan jaringan jalan yang terintegrasi. Penataan Distrik Eixample yang hari ini kita lihat adalah sebuah mahakarya dari seorang perencana kota asal Centelles, Catalunya, Ildefons Cerdà.
Cerda seorang insinyur sipil dan perencana kota yang lahir di Centelles, Catalunya, pada 23 Desember 1815. Ia belajar di Vic, dimana keluarganya mengungsi selama perang di Spanyol pada abad ke-19. Setelah itu, ia pindah ke Barcelona untuk studi mengenai Arsitektur dan Matematika. Dia lalu belajar di sekolah insinyur sipil si Madrid. Dengan background keluarga dari sipil, ia benar benar menggeluti bidang politik dan studi tata kota. Dia membuat karya di berbagai kota di Spanyol seperti Murcia, Teruel, Valencia, Gerona dan Barcelona. Sebelumnya, Barcelona adalah kota tua kumuh, padat dan rawan wabah penyakit di dalam dinding kota. Ia menyadari perlu ada perubahan besar di kota ini. Ia menerbitkan teorinya mengenai urbanisasi dalam bukunya “Theory of General de la Urbanizacion”. Selanjutnya, Cerda pun maju ke pemilihan umum dan menjadi anggota parlemen. Ia berusaha menciptakan konsep yang menarik untuk kota ini secara terperinci, ia menamainya sebagai Eixample.

Karakteristik Eixample dengan jalanan lurus yang panjang, pola berpetak dan blok-blok oktagonal dengan sudut yang presisi merupakan hasil perencanaan dari Ildefons Cerda yang mempertimbangkan lalu lintas dan transportasi seiring cahaya matahari dan ventilasi yang mempermudah mobilisasi dan ventilasi bangunan yang lebih baik. Cerda sangat peduli dengan lingkungan dan pergerakan tanpa hambatan. Desainnya dipercaya sangat maju pada masanya. Dilihat dari atas, kerapatan dan besarnya kota adalah sesuatu yang tak terbayangkan dalam perencanaan. Dari dalam, keunikan masing-masing blok kota adalah atomosfer baru pengalaman berjalan kaki yang akan cukup membingungkan.
Namun, area itu tidak berkembang seperti yang direncanakan Cerda. Apa yang dimulai sebagai Utopian Master Plan yang memperjuangkan ruang hijau yang dapat diakses publik, saat ini menjadi lingkungan tertutup dan privat yang secara khusus tidak memiliki ruang hijau yang dapat diakses publik. Beberapa tulisan menyebutkan Eixample yang kita kenali saat ini adalah rencana hasil revisi. Pemerintah lokal mengabaikan tinggi bangunan yang rendah dan ruang terbuka hijau karena mereka ingin merambah ke sektor properti. Eixample dari dulu dihuni oleh kalangan atas, bukan kelas sosial yang beragam. Banyak arsitek Catalunya yang menentang ide-ide Ildefons Cerda. Perkembangan politik di Spanyol membuat rencana yang dibuat Cerda tidak berjalan semestinya. Rencana Cerda telah didukung oleh pemerintah pusat dan dewan kota. Namun, dewan kota yang baru saat itu berusaha menggagalkan keputusan pemerintah sebelumnya. Meskipun upaya baru-baru ini dilakukan untuk merevitalisasi lingkungan lebih sesuai dengan niat awal Cerda, seluruh pelaksanaan visi Cerda saat ini sepenuhnya tidak praktis.
Sepanjang kariernya, ia kehilangan seluruh warisan keluarganya dan meninggal dunia pada tahun 1876, dalam keadaan kurang diperhatikan. Ia tidak pernah dibayar atas mahakaryanya, desain Eixample di kota Barcelona.

Ildefons Cerda adalah salah satu tokoh planner yang berdedikasi kepada negara asalnya yang karyanya masih bertahan dan bisa dinikmati sampai sekarang. Juga bisa jadi teladan bagi kita sebagai mahasiswa planologi.
Daftar Pustaka
Arturo Soria y Puig (ed): Cerdá: the five bases of the general theory of urbanization, Electa, 1999