Saat Kamu Gagal, Ingat 10 Kutipan Tere Liye ini

Tak ada kehidupan yang luput dari kegagalan, ujian, cobaan, penolakan, dan perlakuan yang kurang enak dari orang lain. Tapi itulah perjalanan hidup yang setiap individu harus jalani. Ketika kamu dirundung masalah, mungkin kata sabar yang diucapkan orang lain akan terdengar klise. Namun, ketika seribu bahkan sejuta masalah mengelilingimu, justru disitu kamu dilatih untuk menjadi orang yang kuat dan lebih sabar.

Saat merasa gagal selalu ingatlah bahwa akan ada seribu kesempatan yang menunggumu untuk sampai pada puncak kesuksesan. Ingatlah bahwa nasib bisa dirubah melalui doa dan usaha yang tekun dan sungguh-sungguh. Jangan pernah takut gagal, karena 10 kutipan dari beberapa Novel Tere Liye berikut, akan mengubah rasa putus asamu menjadi semangat.

1. Hidup ini bukan soal menang atau kalah. Hidup ini sungguh soal kebahagiaan dan ketentraman hati. Dan orang2 bahagia, bahkan bisa hidup damai bersama masalah hidupnya. ( Tere Liye )

2. Kau tahu, Nak, sepotong intan terbaik dihasilkan dari dua hal, yaitu, suhu dan tekanan yang tinggi di perut bumi. Semakin tinggi suhu yang diterimanya, semakin tinggi tekanan yang diperolehnya, maka jika dia bisa bertahan, tidak hancur, dia justeru berubah menjadi intan yang berkilau tiada tara. Keras. Kokoh. Mahal harganya. ( Novel: Negeri Di Ujung Tanduk )

3. Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus. (Novel: Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin )

4. Andaikata semua kehidupan ini menyakitkan, maka di luar sana pasti masih ada sepotong bagian yang menyenangkan. Kemudian kau akan membenak pasti ada sesuatu yang jauh lebih indah dari menatap rembulan di langit. Kau tidak tahu apa itu, karna ilmumu terbatas. Kau hanya yakin , bila tidak di kehidupan ini suatu saat nanti pasti akan ada yang lebih mempesona dibanding menatap sepotong rembulan yang sedang bersinar indah. ( Novel: Rembulan Tenggelam di Wajahmu )

5. Orang-orang yang memiliki tujuan hidup, tahu persis apa yg hendak dicapainya, maka baginya semua kesedihan yang dialaminya adalah tempaan, harga tujuan tersebut. Dan sebaliknya. ( Novel: Rembulan Tenggelam di Wajahmu )

6. “Ada banyak cara menikmati sepotong kehidupan saat kalian sedang tertikam belati sedih. salah satunya dengan menerjemahkan banyak hal yang menghiasi dunia dengan cara tak lazim. saat melihat gumpalan awan di angkasa. saat menyimak wajah-wajah lelah pulang kerja. saat menyimak tampias air yang membuat bekas di langit-langit kamar. dengan pemahaman secara berbeda maka kalian akan merasakan sesuatu yang berbeda pula. memberikan kebahagiaan utuh yang jarang disadari- atas makna detik demi detik kehidupan. (Novel: Sunset Bersama Rosie)

7. Tidak semua yang kita inginkan harus terjadi seketika. Kita tidak hidup di dunia dongeng. ( Novel: Eliana)

8. Sama halnya dengan kehidupan, seluruh kejadian menyakitkan yang kita alami, semakin dalam dan menyedihkan rasannya, jika kita bisa bertahan, tidak hancur, maka kita akan tumbuh menjadi seseorang berkarakter laksana intan. Keras. Kokoh. (Novel: Negeri di Ujung Tanduk)

9. “Daun yang jatuh tak pernak membenci angin. Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan. Mengikhlaskan semuanya. (Novel: Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin )

10. “Benarlah. Jika kalian sedang bersedih, jika kalian sedang terpagut masa lalu menyakitkan, penuh penyesalah seumur hidup, salah satu obatnya adalah dengan menyadari masih banyak orang lain yang lebih sedih dan mengalami kejadian lebih menyakitkan dibandingkan kalian. Masih banyak orang lain yang tidak lebih beruntung dibandingkan kita. Itu akan memberikan pengertian bahwa hidup ini belum berakhir. Itu akan membuat kita selalu meyakini : setiap makhluk berhak atas satu harapan. (Novel: Moga Bunda Disayang Allah )

Sometimes You Have To Go Through Darkness To Get To The Light

Originally published at www.cantik.com on April 28, 2016.