Halo semua!!

dah lama saya gak ngeblog. Memang beberapa bulan belakangan, kesibukan gw lagi agak2 memuncak. Struggling dengan disertasi, ngajar, dan beberapa hal pribadi membuat blog ini jadi agak terbengkalai. Hehehe. Not that i hate it. Sibuk itu sesuatu yang bagus!

eniwei, sekarang saya punya waktu lagi dikit untuk mulai ngeblog lagi. Supaya blognya sejalan sama kegiatan kuliah saya, saya memutuskan utk nambah konten di blog, yaitu article review. Jadi lumayan, skola jalan, blog jalan. Disertasi saya kebanyakan isinya ngutak-utik model sih daripada article review, tapi ngapapa tetep ada kok article reviewnya!

yang terpenting, saya mencoba pindah domain. Saya belakangan…


Another week, another trade related post! Baru-baru ini, netijen dikejutkan (lagi) dengan berita bahwa Indonesia akan mengimpor ayam dari Brazil. Hal ini akibat Indonesia disengketakan oleh Brazil ke WTO karena Indonesia menghalangi impor ayam dari Brazil, dan Indonesia kalah. Ini menyebabkan Indonesia harus merelaksasi peraturan pembatasan impor ayam.

Dispute ini menarik juga. Meskipun yang pertama kali menuntut Indonesia adalah Brazil, tapi negara lain ikut mendukung Brazil. Negara-negara tersebut diantaranya Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang, RRT, Australia, Vietnam, dan lain-lain. Selain ayam, Indonesia juga sedang dituntut mengenai pembatasan impor daging sapi (juga oleh Brazil). …


This post is more like a silly challenge to myself over a coffee discussion. So I and a bunch of friends were chatting on the rationality of religion. This topic was raised when we were discussing why Indonesia, a country considered religious, have a high corruption problem. It then easily digressed to whether religious people rational, therefore can be modeled.

I was in the camp which stated religious activity is indeed rational and can be modeled. There are tweaks need to be done, but I think it can. We should also be able to calibrate the model using econometrics model…


Perang Melawan Ponsel Ilegal: Implikasi Kebijakan TKDN?

DISCLAIMER: Tulisan ini bersifat murni pendapat pribadi penulis, ditulis iseng-iseng aja, tanpa mewakili pandangan institusi manapun.

Belum lama ini, Netijen dihebohkan oleh rencana pemerintah untuk memblokir handphone alias telepon seluler (ponsel) yang tidak terdaftar alias tidak resmi. Setiap ponsel memiliki International Mobile Equipment Identity (IMEI), semacem KTP buat ponsel gitu, dan ponsel yang tidak terdaftar IMEI nya dianggap ponsel Black Market (BM) dan tidak bisa digunakan di Indonesia. Beberapa informasi tentang aturan tersebut dapat dilihat di link di Tirto, Liputan 6, dan Kompas, serta tentu beberapa media lain.

Rencana ini membuat berang beberapa…


Baru-baru ini netijen dihebohkan oleh berita OTT kasus penyuapan impor bawang putih. Beritagar lumayan detil mendokumentasikan kasus ini, dan setiap reportase mereka menurut saya pribadi sangat menarik untuk dibaca. OTT tersebut berhasil mendapatkan bukti transfer sebesar 2 milyar rupiah dari total deal sebesar “…Rp3,6 miliar dan imbalan komitmen Rp1.700 — Rp1.800 dari setiap kg bawang putih yang diimpor”. Gile ye, 2 milyar kalo dibeliin bubur ayam bisa buat anak cucu tuh!

Tapi cuma impor bawang putih berapaan sih harganya? Emangnya untungnya berapa? Kok bisa suap sampe milyaran dari untung jualan bawang putih?

Bawang putih adalah salah satu dari banyak komoditi…


Para ekonom sedunia sedang dilanda kegalauan gara-gara perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok (RRT). Semenjak Donald Trump, presiden AS saat ini, naik tahta, tensi antara AS-RRT meningkat, utamanya karena defisit neraca dagang AS-RRT. AS dan RRT adalah dua negara yang ukuran ekonomi-nya paling besar sedunia. Produk Domestik Bruto (PDB) gabungan kedua negara tersebut mencapai hampir 40% total PDB dunia. Ketika dua kekuatan besar tersebut bertarung, maka dampaknya akan ke mana-mana. Bahkan beberapa lembaga dunia seperti IMF dan OECD memberikan proyeksi bahwa pertumbuhan ekonomi secara umum akan melemah, utamanya gara-gara trade war ini. …


Dah lama gak update blog. Terakhir kali menyentuh blog, saya sedang ngutik-ngutik pindahan ke github, tapi abis itu lupa dan kemudian keterusan lupanya. Banyak pe’er dari supervisor pula. Tiba-tiba hari ini pengin ngeblog lagi, jadi saya buka lagi draft-draft yang ada di sini. Salah satunya adalah tulisan ini. Karena tinggal poles dikit, mari dirampungkan sajah.

DISCLAIMER: Tulisan ini cuma obrolan kopi aja, selintas ngalor-ngidul mikir nirfaedah. Bukan sesuatu yang saintifik atau apapun. Karena itu, bacalah dengan segala keraguan. Silakan tulis di komen jika ada saran/kritik yang membangun. Justru saya senang jika ada yang punya info lebih baik soal ini.

DISCLAIMER…


Gara-gara ga berapa lama ini banyak ribut-ribut netijen tentang orang beasiswa ngeposting jalan-jalan, saya jadi pengen posting soal jalan-jalan juga. Tapi saya gak terlalu suka jalan-jalan, gimana dong? Akhirnya kepikiran posting “jalan-jalan” dalam kota saja, hehehe. Kali ini saya mau berbagi pengalaman pergi ke KBRI Canberra naik sepeda.

Jadi pada suatu hari, bini gw ngecek paspor ijo gw, dan ternyata kata doski, paspor ijo saya sudah mau kedaluarsa. Males juga balik indo cuma untuk ngurus paspor, apalagi ngurus paspor di indo tuh pe er banget. ngantri, jauh, dll. Sekarang dah mendingan sih, tapi kalo bisa diurus di sini, kenapa tida?


Paspor lama berlaku sampai 25 Juli 2018.

Datang jam 09.30 sampai 12.30, lalu istirahat, lalu mulai lagi jam 2 sampai jam 3. Saya dateng hari Senin tanggal 25 Juni jam 10an. Saya pergi naik sepeda.

Syarat-syarat perpanjangan paspor di KBRI Canberra gampang kok. Ada di situs dan sesuai, ga perlu bawa tambahan. Menurut situsnya, syarat-syaratnya antara lain:

  1. Mengisi dan menandatangani Formulir Permohonan Paspor.
  2. Mengisi dan menandatangani Formulir Surat Pernyataan Kewarganegaraan Indonesia.
  3. Paspor/SPRI lama asli.
  4. Bukti ijin tinggal di Australia (visa yang masih berlaku atau Visa Entitlement Verification Online/VEVO, dapat dilihat di https://www.border.gov.au/Busi/Visa).
  5. Bukti alamat tempat tinggal/domisili yang masih berlaku (pilih…

Baru-baru ini masyarakat diramaikan dengan rencana kenaikan (atau penyesuaian) tarif tol Jakarta Outer Ring Road (JORR). Menurut sekretaris PT Hutama Karya, salah satu alasan kenaikan ini adalah untuk subsidi silang, di mana mekanisme tarif baru akan menguntungkan truk-truk logistik yang menempuh jarak jauh. Akhirnya penyesuaian (atau kenaikan) tarif ini kembali ditunda oleh pemerintah dengan alasan belum cukup waktu untuk sosialisasi.

Diantara beberapa perdebatan yang saya ikuti, umumnya masyarakat menyikapi negatif penambahan tarif tersebut. Alasannya, tentu saja karena peningkatan tarif tersebut membebani masyarakat. Sebagian besar perdebatan yang saya ikuti melibatkan orang-orang jabodetabek. …

I Made Krisna Gupta

An economics student. Writes in mostly Indonesian. find me at my new blog imedkrisna.github.io/ and follow me on twitter @imedkrisna

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store