semoga,

setiap detik yang bergulir menjadi bermakna

Entah, nyala lilin temaram pada malam itu, merupakan pemantik dari sebuah kegelisahan. Dan kegelisahan menumbuhkan setitik keinginan, untuk setidaknya bergerak melakukan pengabdian.

Menumbuhkan rasa butuh perjuangan, tak cukup hanya datang sekali untuk kemudian kembali pulang. Ribuan langkah dan tetesan keringat, perlu dikorbankan untuk mencapai sebuah tempat, yang bernama Dusun Cisoka.

Dusun Cisoka; tempat terciptanya ratusan momen yang akan menjadi kenangan tak terlupakan. Setiap hal sederhana, hal-hal kecil namun bermakna besar, untuk diriku dan yang lainnya. Kami belajar merasakan, belajar menumbuhkan rasa kepedulian kepada warga sekitar dan teman sendiri. Ya, kami belajar berempati. Memosisikan diri sebagai orang lain.

Seperti yang sudah saya tuliskan sebelumnya, proses menumbuhkan rasa itu tidak mudah. Maka, setiap detik yang telah bergulir, harus dimaknai dengan sepenuh hati. Maknai seluruh hal yang telah kita lakukan, kita rasakan bersama, untuk kemudian mengambil pelajaran berharga yang terkandung di dalamnya. Percayalah, seluruh hal yang dilakukan dan dimaknai dengan sepenuh hati, akan menjadi berarti untuk diri sendiri, bahkan untuk yang lain.

Terima kasih Dusun Cisoka, atas pembelajaran yang teramat banyak.

Bandung,
29/07/17
Beberapa wajah yang mengisi hari-hariku di sana, semoga setiap dari mereka memaknai hari-hari tersebut sepenuh hatinya.
One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.