Aug 9, 2017 · 1 min read

SUATU SAAT
Suatu saat, aku akan membawamu menatap cakrawala. Melihat rambutmu mesra dibelai angin. Memperhatikan senyumanmu yang indah tersiram lembayung.
/
Mungkin, saat itu tiba. Kau belum bisa menyadari tentang perasaanku, tapi tidak apa-apa. Kau cukup sajikan senyumanmu, sampai ufuk merebutmu dari sampingku.
/
Jangan lagi berfikir, bahwa hidupmu terlalu penuh dengan masalalu yang pahit dan rapuh, hingga kau memilih untuk diam, seakan tak ada apa-apa.
/
Bicaralah, menangislah! Karena aku akan memeluk seluruhmu, termasuk kepingan hatimu yang hancur.