Dari Alya untuk Papa

Tentang Menjaga Komunikasi


Sebelumnya, Alya mau bilang terimakasih buat Papa. Papa sudah menyempatkan waktu untuk menasihati Alya lewat tulisan yang sudah Papa buat sebelumnya.

Setelah Alya baca tulisan Papa. Alya cuma bisa terdiam, Pa.

Alya minta maaf sama Papa sebelumnya, setiap hari Alya selalu megang smartphone untuk chatting dan buka Facebook. Itu pun Alya lakukan supaya bisa update dengan kabar teman-teman Alya.

Alya sudah berusaha menjaga komunikasi dengan lawan jenis seperti yang Papa tuliskan sebelumnya. Tapi Alya mau jujur dengan Papa, ada seorang kakak angkatan Alya yang sudah lama Alya suka. Alya suka karena kepribadiannya yang bisa memimpin, tegas, dan suka menolong. Selain itu Alya juga sering lihat dia selalu jadi Imam di mushola kampus.

Seminggu yang lalu dia message Alya tentang laporan bendahara organisasi, Pa. Jadi awalnya itu karena Alya dan teman-teman Alya tidak ikut rapat organisasi (ada acara lain yang tidak bisa diwakilkan), Alya yang disuruh bertugas mencari tau kapan deadline laporan tersebut dibuat. Kebetulan kakak itu adalah ketua panitia acara untuk bulan Desember ini. Alhasil, Alya yang menanyakan deadline laporan tersebut.

Karena Alya yang butuh info tersebut, Alya inisiatif menanyakan tentang deadline tersebut. Alya deg-degan, Pa. Akhirnya dapat balasan walaupun agak lama (mungkin karena dia sibuk). Isinya begini (Alya copas tanpa diedit, Pa):

Alya
“Assalamualaikum Kak, ini Alya. Saya mau nanya soal deadline laporan Bendahara kira-kira kapan ya, Kak? minggu ini atau minggu depan?”

Kak Bram
“Walaikumsalam. Deadlinenya masih minggu depan kok.☺” — (Pake Emot)

Alya
“Trima kasih kak ☺, hehe” — (Balas Emot + “hehe”)

Alya masih deg-degan. Padahal sebatas itu aja, Pa. Apakah hal ini yang Papa takutkan dari komunikasi tersebut Pa? Alya minta maaf lagi kalau udah melanggar aturan yang Papa buat. Nanti secara perlahan Alya akan coba nasihat Papa.

P.S.: Alya mau dengar lagi soal Papa dan Mama waktu dulu ☺.


Alya mau jawab pertanyaan Papa yang di bagian akhir tulisan Papa:

1. Mungkin kalo Alya jadi Mama pada waktu itu Alya tidak akan terbuai dengan perhatian Papa kan?

Jujur Alya juga suka diperhatiian Papa. Tapi kalo orang lain yang perhatiin Alya, Alya akan selalu berusaha untuk tidak terbuai selain perhatian Papa dan Mama.

2. Kalo Alya jadi Mama, Alya mau ngapain? Apakah Alya yang inisiatif duluan menghentikan komunikasi tersebut?

Mungkin waktu dulu Mama belum tau, Pa. Kalo Papa memberikan tulisan ini ke Mama waktu dulu. Mungkin Mama yang berinisiatif menghentikan komunikasi tersebut. Kalo Alya kan sudah tau, Pa. Jadi Alya akan ikuti cara-cara menjaga komunikasi yang Papa nasihati.


Terima kasih Papa…

Alya ❤ Papa selalu