Design Grafis, Sederhana Tapi Ekonomis

Pelatihan Design Grafis, di Aula Gedung 2 Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FPIK) 
 Universitas Padjadjaran, 27 dan 28 April 2017.

Suasana ruangan di salah satu gedung Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FPIK), Universitas Padjadjaran (Unpad) yang bertempat di Jl. Raya Jatinangor, Kab. Sumedang yang tidak terlalu besar itu cukup hening. Ada sekitar 50 orang di dalam ruangan dengan tujuan yang sama, mengikuti pelatihan design grafis. Beberapa dari mereka mungkin sudah tidak asing dengan design grafis, tapi bagi sebagian lainnya ini mungkin adalah hal baru. Terlihat dari ekspresi beberapa orang yang tampak antusias.

Design grafis saat ini bukan hal baru lagi bagi masyarakat. Banyak poster-poster acara, pembuatan sebuah kemasan makanan, dan media-media yang menggunakan design grafis sebagai suatu sarana untuk meningkatkan daya tarik sebuah acara, produk, atau media. Bahkan design grafis dewasa ini memiliki nilai jual yang cukup tinggi.

Hal itulah yang kemudian di manfaatkan oleh Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran (Unpad). Dalam rangka melaksanakan program kerja Departemen Komunikasi dan Informasi (Kominfo) BEM FPIK, mengadakan sebuah pelatihan design grafis bertemakan “FAMES ART” (Fisheries and Marines Art).

“Kenapa design? Karena berhubungan dengan departemen pelaksananya, namun memang tidak berhubungan dengan jurusan dan fakultasnya. Tujuan dibuatnya acara ini adalah output agar mahasiswa yang mengikutinya dapat membuat design,” jelas Lingga Mayang Caesar, Ketua Pelaksana “FAMES ART”.

Bukan hal baru lagi bagi Lingga ketika dirinya diminta untuk membuat sebuah design grafis, terutama untuk sebuah poster kegiatan. Lingga mengaku mulanya ia tidak niat masuk ke dalam BEM, apalagi Departemen Kominfo. Ia juga tidak tahu apapun tentang design, tidak bisa apapun.

Berawal dari keisengan dan keingintahuannya tentang BEM, akhirnya ia mendaftar dan berhasil lolos. Departemen yang mengharuskan anggota setidaknya tahu tentang design itu pun akhirnya memaksa Lingga untuk belajar design dan kemudian berakhir menyukainya. Tidak jarang pula Lingga mengalami penolakkan atas design yang dibuatnya.

Pelatihan dilaksanakan dua hari berturut-turut, 27 dan 28 April 2017. Pelatihan hari pertama difokuskan pada pembuatan sebuah kemasan makanan, di mana berhubungan erat dengan FPIK itu sendiri. Pembicara adalah Gusman Maulana, Ketua FORTIFIKASI di FPIK Unpad. FORTIFIKASI ialah sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang berfokus pada pengolahan makanan hasil perairan dan kelautan. Contohnya adalah pembuatan bakso ikan dan shrimp roll.

Pelatihan hari pertama tentang pembuatan kemasan produk diisi oleh Gusman Maulana, 
 Ketua FORTIFIKASI FPIK Unpad.

Tujuan dari pelatihan hari pertama adalah mahasiswa mampu membuat kemasan produk sendiri untuk makanan yang dihasilkan. Selain lebih ekonomis, hal tersebut juga meningkatkan kreativitas mahasiswa. Gusman menjelaskan dengan sabar, dimulai dari tool-tool yang digunakan pada aplikasi CorelDraw, sampai langkah-langkah pembuatannya. Peserta tampak antusias dan tidak ragu bertanya jika memang belum paham.

Bagi Gusman, “Seni yang bagus adalah bakat, design yang bagus adalah keterampilan.” Itulah mengapa Gusman rela mengajarkan dari hal yang paling dasar, agar keterampilan peseta dapat terbangun sepanjang mengikuti pelatihan.

Pelatihan hari kedua difokuskan pada pembuatan infografis sebuah produk. Peserta yang datang lebih beragam, jika pada hari pertama lebih banyak dari internal fakultas, hari kedua tidak sedikit siswa SMA sekitar ikut hadir untuk mengikuti pelatihan.

Pembicara adalah Ricky P. Ramadhan, Alumni Universitas Pendidikan Indonesia jurusan Geografi ini mengaku sudah sejak SMA menyukai design grafis. Kesukaannya itu kemudian ia kembangkan dalam bentuk usaha bernilai ekonomis. Bersama rekannya, ia kemudian menjadi owner serta designer dari INAGRI, sebuah web jasa layanan online freshmarket

“Waktu itu pada mulanya design saya dihargai sekitar 50 ribu rupiah, sekarang design saya ada yang mencapai harga 1,5 juta,” papar Ricky bangga. Raut wajahnya sumringah ketika menceritakan pengalamannya dalam menggeluti dunia design.

Infrografis sendiri bagi Ricky adalah sebuah gambar yang disertai dengan penjelasan tulisan. Semakin menarik design infografik, semakin banyak pula pembaca yang akan melihatnya.

Tidak jauh berbeda dengan pelatihan hari pertama, Ricky menjelaskan dasar dari sebuah desgin. Ia menjelaskan bahwa ada enam prinsip desgin: balance, unity, hirearchy, proportion, emphasis, dan kontras. Sementara elemen dari sebuah design itu sendiri ada lima: line, shape, illustration, image, dan color.

Hasil dari pelatihan hari kedua tentang pembuatan infrografis sebuah data. 
 Diisi oleh Ricky P. Ramadhan, owner serta designer of INAGRI.

Materi infografis terlihat lebih sulit dari materi hari sebelumnya, terlihat dari lebih banyaknya jumlah peserta yang bertanya. Hal itu diimbangi dengan sabarnya pemateri dalam menjelaskan, Ricky pun pandai mencairkan suasana dengan menceritakan pengalaman-pengalamannya dalam design grafis.

Matahari sudah tenggelam ketika seorang peserta bertanya bagaimana cara mempromosikan diri sendiri jika sudah pandai design grafis kepada orang lain yang membutuhkan jasa desgin grafis, serta menceritakan keinginannya untuk memperdalam ilmu design demi meraih keuntungan semaksimal mungkin.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.