Jenis Deposito

Jenis-Jenis Deposito yang Perlu Anda Tahu

Deposito

Saat ini banyak masyarakat yang mengenal dan mulai menginvestasikan dana mereka dalam bentuk deposito. Dalam Undang-Undang №10/1998 Tentang Perubahan Undang-Undang №7 Tahun 1992 tentang Perbankan, pengertian deposito adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan nasabah penyimpan dengan bank. Deposito sendiri memiliki banyak jenis dan setiap jenisnya memiliki perbedaan yang tidak terlalu besar. Ingin mengerti apa saja jenis-jenis deposito yang wajib Anda ketahui? Berikut ulasannya.

Deposito Berjangka

Model deposito ini adalah jenis yang paling sering dikenal oleh masyarakat Indonesia pada umumnya. Deposito ini memiliki jangka waktu tertentu yang bervariasi, mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan seterusnya. Jangka waktu paling lama dari sebuah deposito umumnya mencapai 24 bulan, tergantung bank yang menawarkan deposito.

Ada dua sistem yang biasa dipakai dalam deposito berjangka, yakni deposito automatic roll over dan deposito non-automatic roll over. Deposito automatic roll over adalah deposito yang akan melakukan perpanjangan secara otomatis ketika jangka waktu deposito telah habis dan deposan (pemilik dana) belum mencairkan dana mereka. Sedangkan non-automatic roll over adalah kebalikan dari sistem pertama, perpanjangan tidak akan dilakukan secara otomatis ketika jangka waktu habis. Namun, dana tidak akan terpotong melainkan mengendap di rekening sebagai tabungan biasa.

Sertifikat deposito

Deposito jenis ini memang pada dasarnya sama dengan deposito pada umumnya, yakni memiliki jangka waktu tertentu sesuai perjanjian. Bedanya, deposito dapat diterbitkan atas unjuk dalam bentuk sertifikat. Keunggulannya, sertifikat deposito yang diterima dapat dipindahtangankan sehingga sangat mungkin untuk dilakukan jual beli sertifikat deposito. Jual beli ini bahkan tidak dilarang secara hukum karena masih sah dan legal.

Selain itu, ada juga istilah sertifikat deposito yang dirundingkan dan tak dirundingkan. Keduanya memiliki perbedaan yang mendasar. Sertifikat deposito dirundingkan dapat dijual sebelum jatuh temponya oleh pembeli deposito asli (perdana), sedangkan deposito tak dirundingkan hanya pembeli asli yang dapat menguangkannya.

Deposito on call

Deposito on call biasanya dikhususkan untuk angka deposit yang jumlahnya cukup besar dan setiap bank biasanya berbeda-beda. Angka minimal deposit bisa sampai 50 juta bahkan hingga 100 juta. Berbeda dengan deposito pada umumnya, jenis deposito on call justru memiliki jangka waktu yang relatif cukup singkat, minimal tujuh hari dan maksimal kurang dari 1 bulan. Meski sudah ditentukan jumlahnya, Anda masih dapat negosiasi dengan pihak bank agar mencapai kesepakatan bersama.

Itulah beberapa jenis deposito yang perlu Anda ketahui sebelum mulai menginvestasikan dana Anda. Diharapkan dengan mengetahui jenis-jenis deposito tersebut, Anda dapat memilih deposito terbaik untuk Anda sehingga tidak terjadi kekeliruan atau kebingungan di kemudian hari.

Like what you read? Give Info Keuangan a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.