Obligasi Pemerintah

Obligasi Pemerintah Adalah

Obligasi adalah surat berharga yang diterbitkan sebagai bukti tanda hutang kepada pemegang obligasi (investor) dalam jangka waktu tertentu. Pihak penerbit obligasi bisa berasal dari banyak pihak, salah satunya adalah pemerintah. Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa obligasi pemerintah (government bond) adalah obligasi yang diterbitkan oleh pemerintahan suatu negara dalam mata uang negara tersebut. Sementara itu, obligasi yang diterbitkan dalam valuta asing disebut dengan obligasi internasional atau sovereign bond.

Obligasi yang Minim Risiko

Keraguan besar yang membuat orang-orang tidak yakin untuk memilih obligasi sebagai bentuk investasi adalah adanya risiko gagal bayar yang bisa saja dialami oleh pihak penerbit obligasi. Tidak begitu halnya dengan obligasi pemerintah. Orang-orang jutsru kerap menyebut obligasi pemerintah sebagai obligasi yang minim risiko karena pemerintahan suatu negara memiliki kemampuan untuk menaikkan pajan maupun mencetah uang agar bisa melunasi obligasi saat jatuh tempo. Risiko gagal bayar pada obligasi pemerintah memang masih bisa terjadi, seperti yang dialami oleh Rusia pada tahun 1998, namun kemungkinannya sangat kecil.

Gagal bayar tentu bukan menjadi satu-satunya risiko yang terdapat pada obligasi pemerintah. Di Amerika, misalnya, orang-orang menerapkan obligasi pemerintah menggunakan mata uang US dolar. Mereka memiliki risiko terjadinya pelemahan nilai tukar US dolar terhadap mata uang negara lain bagi investor asing. Ada pula risiko inflasi yang bisa terjadi apabila pada saat jatuh tempo, nilai pelunasan obligasi yang diterima investor mengalami pelemahan daya beli akibat inflasi lebih besar dari hasil yang diperoleh. Meski begitu, Anda tidak perlu khawatir karena mayoritas pemerintahan menerbitkan obligasi indeks inflasi yang mampu melindungi investor terhadap risiko inflasi.

Risiko yang menyertai sistem obligasi pemerintah juga tergantung pada kondisi ekonomi suatu negara. Investasi obligasi yang Anda lakukan tentu akan baik-baik saja apabila negara tertentu memiliki kebijakan finansial yang bagus. Dengan begitu, kondisi ekonomi jadi relatif stabil dan nilai pokok serta bunga dari obligasi pemerintah pun tetap aman.

Surat Utang Negara dari Pemerintah RI

Di Indonesia, obligasi pemerintah diterbitkan oleh Dirjen Perbendaharaan Departemen Keuangan Republik Indonesia dengan sebutan Surat Utang Negara (SUN) yang jangka waktunya melebihi satu tahun. Penerbitan SUN oleh pemerintah RI dilakukan dengan tujuan untuk membiayai defisit APBN serta menutup kekurangan kas jangka pendek dalam satu tahun anggaran. SUN terbagi lagi menjadi dua jenis, yakni Surat Perbendaharaa Negara (SPN) yang berjangka waktu hanya sampai dua belas bulan dan obligasi negara yang jangka waktunya lebih dari setahun.

Pada dasarnya, obligasi pemerintah tidak berbeda jauh dari obligasi yang dikeluarkan pihak penerbit lain seperti perusahaan. Obligasi diterbitkan di pasar perdana dan bisa diperjualbelikan di pasar sekunder, sehingga investor ada kemungkinan bagi para investor untuk mendapatkan capital gain dari selisih harga beli dan jual obligasi. Bunga yang harus dibayarkan kepada investor pun sama-sama disebut sebagai kupon. Pembayarannya bisa dilakukan secara periodik atau saat awal (diskonto).

Kelebihan lain yang bisa Anda dapatkan dari SUN adalah jumlah bunga yang relatif tinggi. Tahun ini, misalnya, demi memenuhi sebagian target pembiayaan dalam APBN 2016, pemerintah RI menerbitkan SUN dengan beberapa jenis produk obligasi, yakni FR0056 dengan kupon 8,375%, FR0072 dengan kupon 8,25%, FR0067dengan kupon 8,75%, FR0053 dengan kupon 8,25%, dan SPN12170106 dengan tingkat kupon diskonto. Cukup tinggi apabila dibandingkan dengan bentuk investasi lain, bukan?

Obligasi pemerintah adalah salah satu alternatif tepat bagi Anda yang ingin mulai berinvestasi dengan risiko minim. Tertarik untuk memilihnya? Jika iya, Anda tidak perlu langsung mendatangi pihak pemerintah untuk melakukan investasi obligasi pemerintah. Anda hanya perlu mendatangi bank atau perusahan sekuritas dan membuka rekening penyimpanan efek (kustodi) terlebih dulu agar proses administrasi dan penyimpanan bisa berjalan lebih lancar.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.