Refinancing

Kapan Waktu yang Tepat untuk Refinancing?

Refinancing

Refinancing adalah produk perbankan yang memungkinkan Anda untuk mengganti pinjaman lama dengan pinjaman baru. Terdengar sangat menguntungkan, bukan? Anda yang mengalami kesulitan dalam melunasi angsuran pinjaman bisa melakukan negosiasi dengan bank agar mereka memperbolehkan Anda untuk memperbarui angsuran dari bulan pertama lagi.

Meski begitu, Anda perlu mengingat prinsip “timing is everything”. Apabila dilakukan semau hati, refinancing bukannya memberi kemudahan, tetapi justru bisa menambah jumlah utang dan beban finansial. Anda tentu tidak menginginkan hal tersebut terjadi, bukan? Oleh sebab itu, perhatikan dulu kapan waktu yang tepat untuk refinancing.

Saat Suku Bunga Turun

Ketika mengajukan refinancing, Anda akan diminta untuk menyerahkan aset yang masih dalam masa angsuran. Salah satu aset yang paling banyak dijadikan jaminan oleh nasabah adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Alasannya sederhana, yakni karena suku bunga KPR dianggap terlalu tinggi dan memberatkan kondisi finansial mereka. Padahal, suku bunga yang ditawarkan sekarang justru lebih rendah. Dengan melakukan refinancing, Anda bisa memiliki KPR dengan suku bunga yang lebih kecil sehingga angsuran yang dibayarkan tiap bulan pun ikut turun.

Misalnya, Anda memiliki KPR senilai Rp 500 juta dengan tenor sepuluh tahun (120 bulan) dan bunga sebesar 10%. Artinya, Anda memiliki kewajiban untuk membayar angsuran per bulan sebesar kurang lebih Rp 4,58 juta. Ketika melakukan refinancing, katakanlah jumlah suku bunga turun hingga 5%. Kewajiban membayar angsuran pun turun hingga Rp 4,37 juta. Anda pun bisa menghemat cukup banyak dana dan menggunakannya untuk berbagai keperluan lain.

Membutuhkan Dana Tunai

Tidak hanya memperbarui masa angsuran untuk pinjaman tertentu, refinancing juga tepat digunakan ketika Anda sedang membutuhkan dana tunai untuk memenuhi keperluan yang bersifat mendesak. Tentu sistemnya juga masih menggunakan jaminan aset berupa KPR atau yang lain, namun pastikan bahwa nilainya harus lebih besar dari sisa utang Anda. Sebagai contoh, Anda memiliki rumah senilai Rp 500 juta dengan angsuran KPR yang masih berlaku hingga saat ini. Sisa angsuran KPR yang harus Anda bayarkan adalah Rp 200 juta. Maka, pinjaman dana tunai yang bisa Anda dapatkan dari bank adalah Rp 300 juta.

Ingin Memperpanjang Masa Angsuran

Seiring dengan bertambahnya waktu, jumlah kebutuhan hidup yang harus dipenuhi sepertinya semakin meningkat. Apabila kondisi finansial tidak ikut mengalami peningkatan, Anda tentu akan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut. Misalnya, Anda jadi kesulitan membayar KPR atau angsuran mobil. Inilah saat yang tepat bagi Anda untuk mempertimbangkan refinancing.

Pada dasarnya, refinancing akan memperbarui KPR lama Anda sehingga masa angsuran bisa dimulai dari bulan pertama lagi. Dengan begitu, Anda bisa mengatur kembali jumlah angsuran yang harus dibayarkan sesuai dengan kondisi finansial yang Anda alami saat ini.

Sebelum mengajukan refinancing, pastikan bahwa tujuan Anda memang untuk memenuhi kebutuhan mendesak. Jangan mengajukan refinancing apabila Anda hanya ingin memuaskan keinginan yang bersifat konsumtif. Hal tersebut hanya akan membuat Anda memiliki lebih banyak utang dan beban kondisi finansial bertambah berat.

Apabila sudah mantap, lakukan riset kecil untuk membandingkan beberapa bank sekaligus. Cari tahu bank mana yang menawarkan refinancing dengan suku bunga paling kecil. Dengan begitu, Anda bisa menghemat pengeluaran dan menggunakan dana tersebut untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan lainnya.

Like what you read? Give Info Keuangan a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.