Untuk kamu yang sedang kunanti.

Saya selalu merasa kalau sudah hakikatnya perempuan itu menunggu. Menunggu pria yang tepat untuk datang kerumah, meminta ijin pada orang tua hingga akhirnya meminang cinta yang sudah ia tanam.

Tapi ini bukan negeri dongeng kan? nggak semua yang saya pikir akan menjadi kenyataan.

Kalau kalian yang membaca ini menggap tulisan ini sebagai ungkapan penantian saya, maka kalian salah. Saya toh santai menunggu pangeran berkuda besi eh?

Teman saya waktu kuliah akan menikah, undangannya disebar di fesbuk, tapi karena saya jarang membuka fesbuk, maka saya nggak tahu. Baru tadi pagi saya tahu itu juga karena postingannya di like oleh beberapa ‘mutual friend’

Tapi nikahnya jauh, saya yang masih nggak dikasih bawa motor jauh-jauh sama ayah jadinya mungkin nggak bisa datang.

Enak nikah.

Menikah itu apa sih sebenarnya? Menikah itu membutuhkan semuanya yang kita punya, nggak tanggung-tanggung, semuanya. Harta, jiwa dan Raga. Nggak bisa salah satu aja, mesti semuanya.

Jadi yang sudah ingin menikah, pikirkan lagi.

Bukannya nakut-nakuti, tapi saya sendiri juga merasa jauh dari kata siap untuk menikah. Saya belum sanggup untuk berbagi hidup saya dengan orang lain.

Lalu, untuk kamu jodoh saya yang sedang berusaha mencari saya, sabar ya, nanti kita pasti ketemu. Tuhan akan menunjukakn jalannya.

Kamu tinggal memperbaiki diri kamu, saya juga memperbaiki diri saya, biar kita pas, seimbang, jadi kita akan mempunyai dua kepala yang penuh dengan pertimbangan untuk membantu memecahkan masalah yang akan kita temui.

Akan ada saatnya kita bertemu,

Akan ada saatnya mata kita bertatap,

Dan jika ditakdirkan, akan ada saatnya kita bersatu.

Semoga selamanya.