Media sosial seakan terlihat membuatku malas. Aku tidak tau apa ia berefek baik atau tidak buatku.
Terkadang aku hanya ingin berdiam diri saja, bersantai menikmati apa yang sudah ada di depanku.
Namun, media sosial membuatku merasa aku harus melakukan hal lain. Membuktikan diri.
Sebut saja, Iri.
Apalagi kamu.
Tanpa aku hidupmu terlihat lebih baik. Dan aku di sini masih terbiasa menguntitmu lewat media sosial.
Kamu terlihat bahagia. Apakah kamu benar-benar bahagia?
Sepertinya hanya aku yang masih merasakan keram perut jika mengingatmu.
Perasaan macam ini?
Apa jadinya jika kamu memutuskan hidup dengannya dalam ikatan itu?
Apa perutku akan putus?
Perasaanku susah bermetamorfosis menjadi jenis perasaan yang lain.
Aku ingin terus memantaumu. Dan itu membuatku semakin menyedihkan.
