Gelas-gelas Surat
Nara
42

Aku mengenalinya … ini tulisan Kara, kan? Sedih :(

Ini hanya curhat saja. Kadang, dalam proses membuat sebuah cerita, aku bertanya-tanya kenapa kita membuat cerita yang penuh luka padahal kita sendiri tidak tega dengan tokohnya. Tapi, kalau dibuat bahagia semua, kadang rasanya tidak cocok. Lebih baik jika memang jalannya harus berbeda atau cukup berakhir di satu momen tertentu saja.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.