di-a-ku-kan

dikatakannya aku berbeda

karena tak sepaham dan berlaku sama

lantas aku mengatakan kalian apa

terhadap perkara yang sama?


disudutkannya aku oleh kata ‘tak berguna’

karena tak mampu mengerjakan

apa yang mereka tak bisa

lantas aku sudutkan kalian dengan kata

apa terhadap perkara yang sama?


dihinanya aku adalah seorang lemah

karena tak sekuat khayalan mereka

lantas aku harus mengingatkan mereka

bagaimana bahwa itu tetap saja khayalan


apakah aku harus menjadi seperti itu

tanpa berkesudahan, agar kalian

abadi dalam kata ‘lebih baik’

apakah aku begitu saja sampai

hasrat tak bisa memicu ambisi

agar kami abdi pada kalian


manusia menguasai manusia

tak cukup dengan berkemampuan

berkemampuan pun tak cukup

dengan hanya berusaha

cela, hina, dan fitnah

lebih mudah dilakukan.

maka akankah kau lakukan itu,

sudaraku?


January, 21st 2016
kamar kampung