Perihal Luka dan Melepas
Kalau kata Eka Kurniawan, cantik itu luka.
Nyatanya, siapapun itu, apapun itu, bagaimanapun itu, pernah menyesap luka.
Bodoh itu luka. Pintar itu luka. Buruk itu luka. Periang itu luka. Pendiam itu luka. Easy going itu luka. Keras kepala itu luka. Ramah itu luka. Baik itu luka.
Tidak ada yang tidak pernah bertemu luka.
Luka itu melelahkan. Menghabiskan banyak energi. Berat. Menyita waktu dan perasaan. Maka, tidak heran kala melepasnya pun tidaklah mudah.
Seringkali ia enggan untuk bergerak dan menutup pintu lagi. Kurasa, tidak hanya aku, tetapi kau, dia, mereka masih belajar untuk itu. Untuk merangkul diri sendiri. Memaafkan. Merelakan. Menjejak perlahan serupa biar luka ini menguap di udara.
Untuk aku, kau, dan siapapun itu, mari menanak luka lalu perlahan melepasnya dengan senang hati. Sampai saatnya nanti, kita bertemu kembali, dengan luka yang telah membias. Lekas.
