Tentang Sajak yang Bukan Melulu Soal Hujan

Dua pohon kaktus masing- masing menggenggam kelingking kecil dari tubuhku yang menggigil
atas kemungkinan dan ketidakpastian 
Mereka terlihat hanya diam, tapi berbicara melalui degup dan derap 
Meski peluh, tanpa lenguh

Sementara, aku menapaki tangga- tangga menuju luar angkasa 
Mengejar kemungkinan sesekali meraba kepastian
Dua pohon kaktus menuntun rapuh kakiku yang mulai meracau dalam temaram
tetap diam, namun bertahan

Pada kala yang sulit kupahami,
segera ku memeluk satu, dua pohon kaktus 
lalu melebur perlahan di udara tanpa sementara

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.