#TerimaKasihBandaNeira : Perpisahan di Penghujung Tahun

Dua tahun lalu, Desember 2014 tepatnya, menjadi salah satu tahun yang sangat memorable sekali buat saya. Sayangnya, saya ngga tahu kalau itu menjadi gig pertama dan terakhir saya bersama Banda Neira. 23 Desember 2016 kemarin, Banda Neira melalui surat kecilnya di instagram memutuskan untuk bubar 😭

Pertama kali berkenalan dengan Banda Neira, saya langsung jatuh cinta dengan Hujan di Mimpi, lalu dengan lagu- lagu lainnya sampai album Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti.

Sad, it was, it is.

We’re all felling blue.

Biru, tuk segala yang jauh
Biru, tuk semua yang dulu
Track 06. Biru — Banda Neira (Menampilkan Layur)

Meskipun begitu, Banda Neira akan selalu hadir pada lagu- lagu yang diputar, pada lirik yang bercerita, pada pagi di musim hujan juga siang di musim kemarau.

Ada satu lagu yang buat saya itu adalah lagu paling romantis yang pernah saya dengar. Adalah, Sampai Jadi Debu. Tentang sebuah harapan kecil bersama teman hidup. Juga, Langit dan Laut. Dua biru yang ditemani debur ombak, desir pasir, dan hal-hal yang dibiarkan menjadi rahasia.

#TerimaKasihBandaNeira, atas nada dan syair yang indah dan menenangkan. Semoga selalu bahagia dan membahagiakan dengan project- project yang tak kalah asik di hari kemudian.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.