KRAN AIR DELTA

Kran air banyak mengalami perubahan. Perubahan yang pertama adalah kran air dengan 2 handle (1 handle untuk air panas dan 1 handle untuk air dingin). Pada tahun 1937, tangan Al Moen, seorang mahasiswa di Seattle, Washington terluka karena salah memutar handle air panas. Al Moen kemudian memutuskan untuk membuat kran air dengan 1 handle saja. Antara tahun 1940–1945, design pertama kran air dengan 1 handle buatan Al Moen ditolak. Tapi pada akhirnya desain tersebut diterima dan sejak saat itu orang bisa mengatur suhu air dengan 1 handle saja.

Pada tahun 1945, Landis Perry membuat desain kran air dengan katup bola. Merk Delta adalah merk pertama yang menggunakan kran air yang memanfaatkan katup bola. Cakram keramik kemudian muncul untuk menggantikan cakram karet. Adapun kelebihan cakram keramik adalah lebih awet dan memberikan kontrol yang lebih baik.

Seiring berjalannya waktu, kran air terus mengalami perbaikan. Beberapa perbaikan ini meliputi filter untuk mengurangi kontaminasi, selang air yang dapat ditarik keluar dari wastafel, dan kran yang dirancang untuk orang berkebutuhan khusus. Saat ini, kran sensor menjadi tren terbaru terutama di tempat umum karena pengguna tidak perlu menyentuh pegangan untuk mengatur keluarnya air. Inovasi ini membuat kran air menjadi lebih higienis dibandingkan kran pada umumnya.

Bagaimana perkembangan kran air untuk selanjutnya?

Perusahaan produsen perlengkapan sanitasi, Delta Faucet Company, meluncurkan Delta Trinsic Kitchen Collection, yaitu keran air berteknologi terkini hanya dengan satu kali sentuhan. Keran air ini dibuat dengan perpaduan desain ramping dan elegan yang selaras dengan tren populer dari masyarakat urban serta desain gaya Eropa. 
 
 Memasak memang menjadi salah satu hal yang menyenangkan. Namun, sering kali kita repot dengan beberapa hal saat memasak. Kini, hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan lagi. Anda dapat mencuci tangan dan bahan makanan hanya dalam satu sentuhan menggunakan keran air dengan teknologi Delta Trinsic Kitchen Faucets. Teknologi yang disebut dengan Touch2O ini mempermudah Anda untuk mengaktifkan faucet dengan satu sentuhan. 
 
 Anda dapat mengontrol aliran air ketika tangan sedang kotor dan mematikannya ketika sudah tidak dibutuhkan lagi. Cukup dengan satu sentuhan di bagian mana pun dari faucet untuk mengaktifkan atau mematikan aliran air. Keran air ini juga dilengkapi dengan indikator LED berwarna yang akan berubah menjadi biru ketika teknologi touch2O digunakan dan berubah menjadi warna merah jika baterai sudah

Berbeda dengan lainnya, kran air yang satu ini tidak menggunakan layar sentuh melainkan kita bisa menyentuh bagian mana saja dri kran untuk menyalakan/ mamatikan air.

Cukup dengan sentuhan halus, elektronik yang ada akan menyalakan air dan dengan menyentuhnya sekali lagi, air akan mati.

Di webnya juga dikatakan bahwa sistim ini juga dapat menghemat air tetapi kok kami pikir malah sebaliknya karena kran air ini tetap akan mengeluarkan air sampai kita menyentuhnya kembali, berbeda dengan sistim sensor dan timer yang bisa mematikan air dalam hitungan detik.

Yah, setidaknya ini sebuah teknologi yang berbeda dan kalau anda mau, mereka sudah menjualnya dengan harga US$ 434.38 (hampir Rp. 4,5 juta).

Harga kran air seringkali hanya menjadi satu-satunya pertimbangan dalam membeli kran. Memang harga kran air yang kita beli harus menyesuaikan dengan budget kita. Tetapi alangkah lebih baik lagi jika kita mempertimbangkan value/benefit dari kran yang kita beli. Harga kran air yang lebih tinggi bisa jadi merupakan pembelian yang lebih baik dibandingkan dengan harga kran air yang lebih rendah karena kran air yang lebih mahal tersebut memiliki jangka waktu pemakaian yang lebih lama dan memiliki pelayanan after sales service yang bagus. Bisa jadi kalau kita hitung secara ekonomi, lebih hemat membeli kran yang lebih mahal karena jangka waktu pemakaian yg lebih lama. Sama seperti sebagian orang memilih membeli sepatu yang mahal tapi lebih awet dibandingkan sepatu murah tapi mudah rusak.

referensi:

http://www.grosirkranair.com/
https://www.moen.com/kitchen/faucets

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.