Adakah ?

Cerita Tentang Kursi Yang Di Tinggalkan

Gedung ini mungkin saja rindu dengan kemewahan dirinya yang dulu. Jendela-jendela tanpa kaca, sampah-sampah tak berpemilik, dinding-dinding bolong, lantai-lantai pecah, dan kertas-kertas. Aku memberanikan diri bertanya. Tak dijawab… mungkin malu.

Tapi kucing menjawab datar…

Meong.

Jendela mungkin rindu di tatap, sampah mungkin rindu kawan baru, dinding rindu di coba, lantai rindu getaran dan kertas ? kertas bon, yang berbicara masalah kemanusiaan dan saudaranya yang selalu menangis rindu di sentuh tinta. Penting, tak di baca, di buang, di bakar.

Persis seperti Onani.

Tak Klimaks.

Hmm…

Apalagi ? Ooo iya, keheningan rindu suara.
Plak, tarrr, duk, tok tok tok, Satu tiga, Teknik.

Adalagi ? hampir lupa, pace terlihat sering tidur siang dan pergi terburu-buru saat petang.

Aaaaaaaaaaaaa

Egois kalian yah… Berbagilah kerinduan itu

Supaya semua pulang…

NB : Maaf saya tidak suka membicarakan kursi. Untuk apa ? mereka sendiri, kesepian, terbuang. Hiks !!!

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.