
Karma is real
Kenapa hidup itu terlalu sulit untuk diterjemahkan? Karna hidup bukan bahasa
Kenapa hidup terlalu rumit untuk dijelaskan? Karna hidup bukan pertanyaan
Kenapa hidup terlalu berat untuk dijalani? Karna hidup ini bukan akhir dari segalanya justru hidup ini adalah awal dari segalanya
Tahukah kalian? Apa yang dapat membuat jiwa atau raga kita terluka, pasti banyak yang berpendapat yang membuat kita terluka adalah orang lain. Itu mungkin sesuatu pernyataan yang umum bagi kalangan masyarakat sekarang tapi sebenarnya yang membuat kita terluka justru diri sendiri kenapa saya bisa berpendapat demikian? Saya kali ini memberi contoh banyak anak muda yang sakit hati karna cinta. Jika mereka diselingkuhi otomatis kita yang diselingkuhi akan menyalahkan dia yang telah selingkuh atau orang ketiga yang ada dalam hubungan tersebut. Itu sangat jelas bukan dia yang salah justru itu murni kesalahan diri sendiri kenapa demikian? Itu sangat sederhana. Kenapa kita memberi cinta dan kepercayaan yang berlebihan kepada dia yang belum jelas dia ditakdirkan untuk kita atau orang lain, segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik bagi diri kita bahkan bisa disebut dalam semua hal dalam hidup kita ini. Stop lah menyalahkan orang lain jangan jadikan masalah dan menjadikan orang lain sebagai tersangka lalu mencaci maki dia dan membuat kita menyesal, berhentilah dan rubahlah pemikiran tersebut karna apa? Jika kita ingin memahami arti hidup yang sebenarnya pahami dulu diri kita sendiri cari tahu potensi apa yang ada dalam diri kita dan apa yang menjadi kelemahan kita. Bukannya sibuk mengusik hidup orang lain lalu menyalahkan orang lain, hidup itu bukan seperti itu. Karna menyalahkan orang lain tak dapat membuat diri kita benar, justru yang benar adalah tidak menyalahkan orang lain. Terkadang serpihan kaca kecil yang hancurlah yang membuat kita terluka, gelas/kaca yang tadinya utuh tidak membuat kita terluka justru setelah kita hancurkan serpihan itu dapat membuat kita terluka.
