Kenapa Kita Perlu Melestarikan Terumbu Karang di Indonesia?

Indonesia adalah rumah bagi 559 spesies terumbu karang
yang mendiami 2.5 juta hektar laut Indonesia.

Tapi, dari hasil pengamatan terbaru dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), hanya 6.39 persen terumbu karang di Indonesia yang masih sangat baik, 23.40 persen dalam kondisi baik, 35.06 persen dalam kondisi cukup, dan 35.15 persen berada dalam kondisi jelek. Pengukuran didasarkan pada persentase tutupan karang hidup, yaitu kategori sangat baik (76–100 persen), baik (51–75 persen), cukup (26–50 persen), dan jelek (0–25 persen).

Sejak 1993, LIPI yang sudah mengawasi kondisi terumbu karang Indonesia, negara kita ini yang kaya akan keanekaragaman hayati laut, justru mengatakan kalau tingkat kerusakan selama 2015 sampai 2016 adalah yang paling mengancam, berdasarkan laporan LIPI yang dirilis hari Rabu kemarin (7/6/17).

Suharsono, profesor riset bidang biologi laut Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) LIPI, mengatakan, terdapat sejumlah akar penyebab kerusakan terumbu karang. Sejumlah akar penyebab itu adalah rendahnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat terhadap nilai penting terumbu karang, kemiskinan, keserakahan, kelemahan penegakan hukum, kurangnya kapasitas dan kapabilitas pengelola kawasan, perubahan iklim, serta peningkatan pencemaran.

Tahukah Anda?
• Sebanyak 77 persen terumbu karang wilayah Asia Tenggara dimiliki oleh Indonesia dan Filipina, dan hampir 80 persennya terancam kelestariaannya.

• Padahal, Indonesia mendapatkan manfaat ekonomi dengan adanya terumbu karang. Diperkirakan, total nilai ekonomi terumbu karang di Indonesia diperkirakan mencapai US $ 1,6 miliar per tahun atau senilai Rp 21.2 triliun.

• Butuh waktu lama untuk satu buah koral kecil menjadi formasi seluruh terumbu karang yang kita lihat sekarang. Formasi terumbu karang, tumbuh rata-rata 1 sampai 8 inci per tahun. Sementara nenek moyang dari karang yang ada sekarang merupakan dari 240 juta tahun yang lalu. Sedangkan karang-karang yang ada hari ini mulai tumbuh lebih dari 50 juta tahun yang lalu, meskipun kebanyakan terumbu karang sekarang ada yang masih berusia 5.000 sampai 10.000 tahun.

Terumbu Karang Punya Banyak Manfaat Dari Berbagai Sektor

1. Perikanan

Foto: GoodnewsFromIndonesia

Terumbu karang sangat penting bagi perikanan dunia. Terumbu karang bisa membentuk pembibitan untuk sekitar seperempat ikan laut. Semakin banyak ikan laut, semakin banyak pendapatan masyarakat lokal serta armada penangkaan ikan nasional dan internasional. Diperkirakan satu miliar orang memiliki ketergantungan pada terumbu karang untuk makanan dan pendapatan dari penangkapan ikan. Jika dikelola dengan baik, terumbu karang bisa menghasilkan sekitar 15 ton ikan dan makanan laut lainnya per kilometer persegi setiap tahunnya.

2. Pariwisata

Pendapatan pariwisata yang dihasilkan oleh terumbu karang juga signifikan. Misalnya, menurut sebuah laporan oleh kamar dagang Key West, wisatawan yang mengunjungi Florida Keys di AS menghasilkan pendapatan tahunan minimal US $ 3 miliar, sementara Great Barrier Reef Australia menghasilkan lebih dari US $ 1 miliar per tahun. Wisata berbasis terumbu karang yang dikelola secara berkelanjutan juga dapat memberikan alternatif pendapatan tambahan atau sumber pendapatan yang signifikan bagi masyarakat pesisir yang lebih miskin di negara-negara berkembang.

3. Sumber Kemajuan Medis

Ada harapan kalau spesies terumbu karang berkontribusi pada kemajuan medis di masa depan. Sudah ada organisme terumbu karang yang digunakan dalam perawatan untuk penyakit seperti kanker dan HIV. Sama seperti dengan hutan tropis, kekayaan laut bisa menjadi alternatif jawaban atas masalah medis, selama kita juga menjaga kesehatan terumbu karang dengan tidak membuang sampah ke laut, menginjak terumbu karang, dan lain sebagainya.

4. Melindungi Daerah Pesisir

Terumbu karang bisa memecah ombak, mematahkan kekuatan ombak saat badai, topan, dan bahkan tsunami. Bagaimana kalau enggak ada terumbu karang? Wilayah pesisir akan terpapar ombak yang tidak bisa dikendalikan lagi besarnya, jadi enggak nikmat lagi deh dan makin membahayakan main di pantai. Masih yakin kita enggak butuh kelangsungan hidup terumbu karang?

Dan pastinya, tanpa terumbu karang, tidak ada lagi hal indah yang kita lihat di bawah laut. Wisata bawah laut jadi tidak menarik lagi. Tanpa terumbu karang, laut akan jadi tempat yang menyedihkan.

Yuk sama-sama kita jaga laut dan keanekaragaman hayati di dalamnya!
Selamat Hari Laut Sedunia!
#WorldOceansDay

***dipublikasikan di KASKUS**