Kamu, Dia, dan Mereka di Bulan April

Beberapa hari ini kamu jadi pemarah. Setiap namanya didengungkan kamu mengamuk. Menyebut sumpah serapah dan pisuhan lainnya. Kadang namanya disambung sapaan hewan peliharaan. Namanya membuat kamu sakit. Kemudian, kamu menangis.

Hari ini dia menyapa. Seminggu lamanya dia tidak ada. Lalu kini ada. Habis menghilang kemudian muncul. Lagi, lagi, dan lagi. Kamu mulai terbiasa dengan tabiatnya. Kamu parah saat dia tak ada. Tapi begitu tanggap ketika dia muncul.

Kamu bertanya-tanya kenapa dia begitu. Tapi pikiran itu hilang karena kamu punya mereka. Setiap malam. Disana hingga subuh. Pulang ke rumah, capek, badanmu perlu istirahat. Tanganmu masih sibuk mengskrol timeline sosial medianya. Kamu menemukan dia sedang asyik dengan yang lain. Kamu diam. Tapi hatimu sakit. Kamu mengumpat. Ponsel dibanting. Air matamu keluar. Kamu terlelap.

Rutinitasmu begitu adanya. Tanpanya kamu bahagia. Ada dia, kamu merana.

— -

April ini semuanya berjalan lancar. Kamu bahagia. Dia disampingmu. Bercerita dengan perempuan yang sedang dia suka. Kamu ada sebagai teman. Benarkah?

Suatu ketika bersama mereka, kamu terlihat baik-baik saja. Mulutmu penuh dengan tawa. Benarkah?

Benarkah semuanya baik-baik saja?