1.

Gym menjadi tempat yang ramai di bulan Januari. Mungkin diisi oleh mereka yang punya resolusi memiliki badan bagus, atau badan sehat setidaknya jika bukan, untuk memulai awal tahun baru. Yah, tahun baru memang suka dijadikan momentum untuk membuat resolusi, agar bisa menjadi orang yang lebih baik dari tahun lalu, katanya.

Bicara soal tahun baru, aku bukan orang yang suka merayakan tahun baru. Sudah 4 tahun lamanya tahun baruku diisi dengan tidur saja. Disaat teman-teman yang lain mungkin merayakan, aku lebih nyaman berada di rumah, tidak usah terjebak macet, apalagi mengeluarkan uang. Adik dan kakakku berbeda, mereka suka sekali berpergian. Kakakku merayakan tahun baru dengan menyewa satu kamar apartemen di Jakarta sana dan menghabiskan waktu sebelum tahun baru bersama teman-temanya. Adikku juga, walau tidak menyewa kamar, namun dia pergi ke restoran fancy menunggu tanggal 1 Januari bersama teman-temannya.

Aku punya teman, jika kamu bertanya-tanya. Beberapa. Tidak banyak namun tidak juga sedikit. Atau mungkin hanya aku yang menganggap mereka teman, tapi tidak tahu soal mereka kepadaku. Aku juga bukan tidak suka berpergian, aku suka. Apalagi kalau pergi bersama teman-teman yang benar-benar aku kenal, tak usah berpura-pura sumringah mendengar cerita-cerita mereka, tak usah bersusah payah mencari topik pembicaraan, dan yang paling penting aku bisa bertingkah semauku didepan mereka. Mereka sudah biasa.

Hari-hari ku setelah tahun baru sepertinya malah semakin bertambah anyep. Aku semester 8 sekarang, yang berarti sisa sks yang harus kuambil tinggal sedikit. Jadwalku jadi kosong. Bayangkan, hari Rabu dan Jum’at aku tidak ada kuliah. Blas libur. Hari Senin diisi dengan dua mata kuliah, Selasa tiga mata kuliah, dan Kamis dua mata kuliah. Ah, padahal jadwal kuliah seperti ini yang selalu kuinginkan dari awal aku masuk kuliah. Tetapi setelah beneran terjadi, aku jadi diam-diam berharap jadwal kuliahku tidak sebolong ini.

Serba salah ya, kalau penuh ngeluh “padet banget sih”, kalau lowong ngeluh “duh kosong banget sih jadwal gue”.

Mungkin itu yang menyebabkan hariku anyep tadi. Kerjaanku setelah kuliah yah paling kembali ke kosan, goler-goler, cari makan, lalu tidur. Ada sih tugas akhir, tapi mungkin itu hanya menyita waktuku 2 jam perhari. Aku bisa saja loh tidur jam 8 malam! Jam 8 malam! Mahasiswa teknik mana coba yang tidur jam 8 malam? Anak-anak tingkat 2 dan 3 pasti iri padaku, disaat mereka tidur mungkin paling cepat jam 2 pagi, setelah mengerjakan tugas-tugas dari dosen. Tapi itulah hari-hari ku menjadi mahasiswa semester 8.

Aku mulai bosan dengan rutinitas jadwal kosong ku itu. Aku adalah orang yang pemalas pada dasarnya, namun semua kekosongan itu seperti mendukungku menjadi orang yang malas pada tingkatan yang lebih tinggi. Jadi kebo, kalau ibuku bilang. Disaat ini mungkin aku lebih baik jadi kebo, setidaknya ada yang mereka lakukan, mereka dibutuhkan untuk membajak sawah. Ah, aku harus bagaimana ya?

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Irhamt’s story.