Perihal yang Tiba
di matamu, hujan mulai reda ketika jendela terbuka dan angin datang curi sedih.
ada gelas kosong di ruang tamu. lemari pendingin menyimpan sepasang hati. kau bisa menamainya jodoh.
kau lebih suka tubuhmu kurus, menganggapnya luka tak bisa bermukim dalam tulang.
usiamu tiba beberapa hari lalu saat malam sedang kasmaran. biintang memandangi bulan dan bulan kecupi bintang.
usia hanya hitungn angka, seperti gelas kosong di ruang tamu , entah kau lebih suka mengisinya air bening atau sirup yang tumbuh subur jelang puasa.
angka-angka tak pernah menghitung dirinya sendiri. tiba dan berlalu, penandanya adalah tubuh yang kian rapuh.
hujan yang reda di matamu, sewaktu-waktu bisa tiba kembali, membentuk kali di pipi.
di tubuh bilangan usia diletakkan dan jiwa mengaminkannya.
Sungguminasa, 19 Juni 2017
