Perihal yang Tiba

Irhyl R Makkatutu
Jul 27, 2017 · 1 min read

di matamu, hujan mulai reda ketika jendela terbuka dan angin datang curi sedih.
ada gelas kosong di ruang tamu. lemari pendingin menyimpan sepasang hati. kau bisa menamainya jodoh.

kau lebih suka tubuhmu kurus, menganggapnya luka tak bisa bermukim dalam tulang.
usiamu tiba beberapa hari lalu saat malam sedang kasmaran. biintang memandangi bulan dan bulan kecupi bintang.

usia hanya hitungn angka, seperti gelas kosong di ruang tamu , entah kau lebih suka mengisinya air bening atau sirup yang tumbuh subur jelang puasa.

angka-angka tak pernah menghitung dirinya sendiri. tiba dan berlalu, penandanya adalah tubuh yang kian rapuh.

hujan yang reda di matamu, sewaktu-waktu bisa tiba kembali, membentuk kali di pipi.
di tubuh bilangan usia diletakkan dan jiwa mengaminkannya.

Sungguminasa, 19 Juni 2017

    Irhyl R Makkatutu

    Written by

    Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
    Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
    Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade