Bermain Pura-pura

Sore ini mama dan kakak ke taman. Kakak naik sepeda kick-bike-nya. Ngebut, wuss, kakak sudah semakin ahli dan berani naik sepedanya. Jika dilihat secara fisik keseimbangannya sudah jauh meningkat, pun secara mental sudah lebih berani. Tinggal PR mama dan ayah melatih kognitifnya dalam bersepeda, perlunya berhati-hati, bagaimana bersepeda yang baik dan aman. Kalau sudah lebih siap, insya Allah lebih siap pula untuk ke sepeda benerannya ya Nak :). Kegiatan motorik kasar di luar rumah ini semoga bisa bermanfaat bagi kakak untuk pengendalian tubuhnya, kepercayaan dirinya, juga melatih daya belajarnya di kemudian hari.

Sampailah kami di taman, perosotan, jungkat-jungkit, ayunan sudah dinaiki. Kakak pun bermain batu, tanah, rumput, juga pohon di taman. Pokoknya eksplorasi bebas untuk stimulasi sensori dan motoriknya. Hari semakin sore, mama mengajak kakak pulang. Kakak lalu bilang mau cuci piring dulu. Mama bingung. Kakak bilang mau mencuci piring di sini, yaitu di bawah pohon yang daun ya agak miring menjuntai. Kakak mau memindahkan batu bara besar yang katanya piring ke sana. Lalu diletakkan di bawah daun tadi. Ia menggerakkan daun seperti mau membuka keran. Lalu mengetuk batu, "Ini dikeluarin dulu". Sabun katanya. Lalu digosok-gosok seperti gerakan mencuci piring. Kemudian dibilas katanya. Mama kembali mengajak kakak pulang. Katanya, "Cuci tangan dulu". Mama takjub daya imajinasi kakak berkembang. Masya Allah, tabarakallah Nak. Benar bahwa hakikatnya setiap detik anak itu proses belajar. Kakak belajar dengan mengamati kegiatan mama, belajar mencuci piring dan gelasnya sendiri di rumah, kemudian bermain pura-pura di luar rumah dengan alat yang tidak disangka-sangka. Semoga Allah mampukan diri ini membimbing anak-anak melejit dengan fitrahnya.

#Day5 #Level4 #Tantangan10Hari #GayaBelajarAnak #KuliahBunsayIIP

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.