Mensyukuri Proses

Irma Detia Rini
Jul 21, 2017 · 2 min read

Satu hal yang saya pelajari dari game level dua untuk memandirikan anak adalah mensyukuri proses. Menghargai setiap kemajuan baik itu sedikit atau banyak. Tidak cepat mutung dan tetap semangat walaupun kondisi belum ideal. Namanya juga belajar ya, apalagi belajar memandirikan. Anaknya belajar, mamanya pun belajar.

Di hari kedua saya berharap sang anak mau makan utama sendiri walaupun beberapa sendok saja. Ternyata belum bisa. Boro-boro belajar makan sendiri, belum-belum emosinya sudah naik
Pagi-pagi sudah tantrum dengan durasi yang lamaa sekali. Alhamdulillah bisa selesai mereda setelah hampir satu jam menangis. Selesai ia menangis, saya yang menangis, entah karena lega, lelah atau bagaimana.

Gimana ya belajar mandirinya hari ini? Saya pasrah saja. Tawarkan jika kondisi memungkinkan, kalau belum mau tidak perlu dipaksa. Lagipula mengembalikan mood dan emosinya saya rasa lebih prioritas untuk saat ini. Atas masukan dari emak yang babantu di rumah, saya bawa Yusuf untuk pijat ke baby spa. Kenapa tidak pijat sendiri di rumah? Pertama, agar Yusuf bisa sedikit jalan-jalan agak jauh, mungkin ia bosan juga di rumah sejak sakit. Kedua, sekalian mama belajar lagi memijat, sudah lama tidak pijat kak Yusuf. Alhamdulillah, Yusuf tampak nyaman dipijat. Semoga moodnya juga makin baik, hihihi.

Alhamdulillah, hari ini masih mau makan Snack sendiri. Makan buah pir, mangga, dan cheesestick. Tabarakallah Nak, semoga jadi anak Sholeh yang mandiri ya. Mama bersyukur dengan semua proses ini. Semangat buat kita sayang :*

#Day2 #Level2 #BunsayIIP #Tantangan10Hari

)
Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade