TERKAIT DENGAN PEMBAKARAN BENDERA HTI OLEH BANSER NU

1. Bukan persolan kalimat tauhidnya tapi ideologinya yang berbahaya.

2. Apa bahayanya? HT memutlakkan konsep Khilafah sebagai satu-satunya model pemerintahan dalam Islam. Dalam konsep ini, HT tidak percaya bahwa Indonesia boleh berdiri independen sebagai sebuah negara bangsa. HT percaya bahwa kaum muslim Indonesia harus tunduk pada pemerintahan Khilafah dunia Islam di bawah seorang Khalifah yang mungkin saja berada di negara lain (misalnya di Arab Saudi atau di Iraq atau di tempat lain). Pemimpin pemerintahan di Indonesia harus tunduk pada Khalifah itu.

3. HT dilarang di 20 negara termasuk negara muslim seperti Arab Saudi, mesir, yordania, syuriyah dll karena membahayakan negara.

4. Jangan mau dibodohi ISIS dan HTI yang mengklaim bentuk benderanya adalah bendera nabi. Pencipta font (khath) “tsulutsi” adlah Ibn Muqlah lahir di Baghdad thn 272 H/886 M, wafat thn 328 H/ 939 M: abad ke-10 M/4 H, Rasulullah hidup di abad ke-7 M, bagaimana mungkin jenis font “tsulutsi” dipakai oleh Bendera Rasulullah yg baru diciptakan oleh Ibnu Muqlah abad ke-10.

5. Arab Saudi tidak hanya melarang bendera HT tapi juga menangkap dan mremenjarakanya bagi siapa yg membawanya. (Ingat bendera Aranb Saudi kalimat tauhid dan pedang dg warna dasar bendera hijau bukan hitam).

6. Bagi Ansor dan banser NKRI harga mati dan akan mempertahankannya apapun resikonya. Sebagaimana amanat Gus Dur “Berapa pun besar dan risikonya, NU akan menjaga keutuhan NKRI

Semoga dapat bermanfaat

(H. AHMAD ZUHRI ADNAN Ketua LDNU Kab. Cirebon)

https://andikastz.blogspot.com/2018/10/terkait-dengan-pembakaran-bendera-hti.html