Menjabarkan maksud sehingga mudah dipahami orang lain.
Realitanya kita sering mengucapkan kata-kata yang bernada ambigu, ambilah contoh ekstrim “bagus” dan “buruk”.
‘Bagus’ bisa punya beragam maksud, tergantung berada didalam kalimat yang seperti apa. ‘Bagus’ menurutku juga belum tentu sama ‘bagus’nya menurut orang lain, tergantung aspek apa yang digunakan untuk menilai.
‘Buruk’ punya intensi negatif yang tersirat jelas. Namun standar ‘buruk’ bisa diukur seperti apa? Atau standarnya siapa?
Selama mengenyam masa pendidikan, tidak ada guru/dosen/orang tua yang sempat mengajarkan gimana seharusnya kita menjabarkan maksud dibalik sebuah kata sifat — adjektif. Kata tersebut ada sekedar menekankan konklusi pikiran terhadap topik tertentu tanpa penjelasan lebih jauh.
Dalam dunia pekerjaanku —desainer yang masih piyik ini, kebutuhan untuk menjelaskan maksud hasil desain yang kubuat sangat besar. Karena tidak terbiasa menjelaskan alasan dibalik desain ‘bagus’ menurutku, tim member jadi susah mencapai kata sepakat.
Kesulitan terbesar adalah memilih kata + mengomunikasikan secara efisien.
Pelan-pelan aku belajar menata opini dan argumen dengan lebih detail dan lebih beriorientasi keproses pemikiran serta ilmu yang kumiliki. Berharap pernyataan yang kuucapkan valid, berdasar dan bisa dipertanggungjawabkan isinya. Dan nggak nanggung karena gak ada actionables yang diutarakan.
Tidak lagi sekedar: “oiya, menurutku yang ini udah bagus”
Namun lebih detail seperti: “menurutku yang ini bagus karena peletakan informasinya lebih enak untuk dibaca, lebih gampang menemukan detail yang dibutuhkan juga”
Tidak lagi sekedar: “hm… menurutku hal ini nggak cocok ada disini sih”
Namun lebih detail seperti: “hmm… boleh tau kenapa hal ini ada disini? kalau menurutku hal ini lebih punya relasi ke bagian xxxx, karena lebih efisien karena punya garis besar/ topiknya mirip.”
Saat ini akupun masih jauh dalam mengutarakan maksud secara tepat dengan ngasih opini atau proses atau ilmu yang kupunya. Karena masih piyik, kurasa aku punya ruang sangat besar untuk berbuat salah hahaha.
Tulisan ini dibuat untuk menghargai diri sendiri yang tengah berusaha memaklumi kalau diri inimasih jauh dari ‘professional’ dan tak usahlah buru-buru untuk mencapainya.
