Kota Tai dan Satpam Tai

Di kota yang panas ini saya kebelet buang tai. Toilet umum dan pom bensin jauh. Satpam hotel tak mau beri tumpangan. Si tai sudah ingin nongol dari lubangnya. Dasar tai nggak bisa diajak kompromi, bebas keluar di mana saja ia mau.

Tai dan kota sama-sama kejam, tak kenal kompromi. Tai tak mau menunggu, kota cuek dan berpura-pura dungu. Tai… Tai. Satpam tai, Kota tai. Tak pernah ada puisi tentang tai. Padahal tai ada setiap hari. Untung saja saya bisa buang tai. Buang di mana, kamu nggak perlu tahu. Croooottt…

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.