Gerimis hanya sebentar
Malam yang telah usai
Tercoret seberkas sinar
Kicau mesra burung-burung
Tanda matahari terbit dari timur
Aroma semerbak wangi
Bukan bunga mawar ditaman
Tapi aroma secangkir kopi
Baru saja dipinang
Gerimis hanya sebentar
Turun sejenak lalu hilang
Tertiup hembusan angin
Dan kilau cahaya matahari
Kemana dia pergi?
Tiba sejenak tanpa pamit
Perihal dengan angin serta matahari
Karena itu kau bergegas pergi!
Secepat api melahap kayu
Seperti malam ditenggelamkan pagi
Sejernih embun diujung daun
Seputih kapas tanpa setitik debu
Sikapmu seolah labirin
Hingga pikiranku terjebak meronta-ronta
Mencari celah jalan keluar
Hanya ada jalur buntu
Labirin dalam pikirku
Meliuk liuk seperti kereta kencana
Berputar terus melingkar
Tanpa titik temu dan jalan keluar
Dariku sifat manusia selalu berubah
Tapi titik baiknya selalu ada
Ada saat nya tak bercampur marah
Karena marah bukan lagi manusia
