Insiden Perobekan Bendera di Bank Dennis

Keunikan jalan Braga inilah yang membuat Kota Bandung sebagai Parijs Van Java oleh Belanda. Artinya adalah Parisnya Jawa. Memang saat kita berjalan di Jalan Braga ini akan disuguhi pemandangan yang berbeda. Deretan-deretan gedungnya yang bernuansa eropa, membuat kita serasa berada di Paris. Kalau ke Bandung belum pernah ke Braga belum lengkap rasanya. Jadi kalau mampir ke Bandung sempatkan ke Braga ya.

Sekarang saya ingin membahas gedung Bank Jabar Banten (BJB) di Braga. Gedung Bank BJB ini dapat kita temukan di persimpangan Jalan Braga dengan Jalan Naripan Bandung. Bangunannya bergaya arsitektur art deco yang merupakan karya dari A.F. Aalbers. Gedung ini dulunya bernama De Eerste Nederlands-Indische Spaarkas en Hypotheek Bank (Dennis Bank). Baru pada tahun 1961, Gedung Bank Dennis ini dirubah namanya menjadi Bank Karya. Ada peristiwa menarik yang mendahuluinya. Gedung Bank Dennis memiliki menara, tempat bendera Belanda dikibarkan. Pada bulan Oktober, bendera Belanda tersebut masih dikibarkan, sehingga menimbulkan insiden perobekan bendera Seperti yang terjadi di Hotel Oranye, Surabaya.

Para pemuda yang marah berusaha menaiki menara gedung tersebut, namun hanya dua diantaranya, Moh. Endang Karmas dan Mulyono yang berhasil memanjat tiang bendera. Setelah dengan susah payah berada di atas tiang, Mulyono memegang ujung bendera yang terkulai. Endang Karmas yang berada di bagian atas segera mencabut bayonet yang terselip di pingggangnya. Ia merobek warna biru pada bendera itu, sehingga yang tersisa hanya warna merah dan putih dengan sedikit sisa warna biru (Sitaresmi, 2002) dalam (Her Suganda, 2011).

Para pemuda tersebut hampir saja menjadi korban, karena serdadu-serdadu Belanda yang menempati Hotel Savoy Homann membidikkan senjatanya lalu menembaki kedua pemuda tersebut